SKK Migas Gelar Jumpa Pers Pre-Event Forum Gas Bumi 2024

Jumpa Pers Pre-Evet Forum Gas Bumi Tahun 2024

EKSEKUTIF.com — SKK Migas Gelar Jumpa Pers Pre-Event Forum Gas Bumi 2024

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengadakan jumpa pers di Gedung Wisma Mulia lantai 35 sebagai bagian dari persiapan Forum Gas Bumi Tahun 2024.

Forum ini bertujuan meningkatkan penyerapan gas bumi, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Forum Gas Bumi 2024, yang bertemakan “Membangun Sinergi Infrastruktur dan Pasar Gas Bumi Dalam Rangka Optimalisasi Penyerapan Gas Bumi Nasional,” akan diselenggarakan di Bandung pada 19-20 Juni 2024.

Acara ini diharapkan dihadiri sekitar 500 peserta, termasuk kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di area Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta pembeli gas bumi, transporter gas, Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi pembeli gas, dan kawasan industri.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, menekankan pentingnya gas bumi dalam era transisi energi.

“Kebutuhan gas bumi di Indonesia akan semakin besar ke depannya. Apalagi, sumber daya gas bumi di Indonesia masih berlimpah. Dari 5 temuan cadangan gas terbesar di dunia tahun lalu, 2 di antaranya berada di Indonesia, ini menjadikan Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk gas bumi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/6).

Kurnia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, terutama terkait pasokan gas bumi di wilayah Jawa Barat yang belum terpenuhi secara maksimal akibat penurunan pasokan dari Sumatera Selatan dan Jawa Barat.

Di sisi lain, terdapat ekses pasokan gas bumi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang belum terserap secara optimal.

“Dengan demikian, perlu adanya sinergi antara para produsen gas bumi, pelaku midstream, serta pembeli dan pengguna agar serapan dapat lebih optimal,” tambah Kurnia.

“Saat ini pemerintah terus membangun infrastruktur untuk membantu penyaluran gas bumi. Serta kebijakan pemanfaatan jaringan gas ke rumah-rumah dan kebijakan pembatasan ekspor LPG, dengan demikian, penyerapan gas bumi domestik dapat dioptimalkan,” ujar Kurnia.

Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas, Rayendra Sidik, menjelaskan bahwa Forum Gas Bumi 2024 difokuskan pada para pelaku industri pengguna gas bumi di Jawa Barat yang masih mengalami kekurangan pasokan.

“Kami akan sampaikan kepada mereka bahwa di wilayah Jawa Timur masih ada pasokan yang belum terserap sehingga ini dapat dioptimalkan melalui berbagai alternatif cara,” ujarnya.

Rayendra juga menyebutkan bahwa acara ini bertujuan untuk menginformasikan kondisi pasokan jangka pendek serta rencana pasokan jangka menengah dan panjang di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Acara ini akan memetakan kebutuhan pembeli utama di wilayah tersebut serta pemetaan pasokan gas dari Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Barat setelah selesainya pembangunan pipa Semarang – Cirebon Tahap II.

Lebih lanjut, Rayendra menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pipa gas yang belum tersambung, seperti Dumai – Sei Mangke, Cirebon – Semarang, dan West Natuna Transportation System (WNTS) ke Batam (Pulau Pemping).

“Dengan adanya infrastruktur pendukung, diharapkan dapat mengembangkan pasar gas dan perekonomian sepanjang jalur pipa, serta menjamin pasokan gas untuk wilayah Jawa Barat dengan adanya alternatif pasokan,” katanya.

Rayendra menambahkan bahwa tersedianya infrastruktur pendukung dan alternatif pembeli akan memberikan kepastian bagi investor hulu migas, terutama dalam hal optimalisasi serapan sumber gas di lapangan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). Pemerintah juga sangat mendukung pengembangan gas bumi baik dari sisi pendanaan, infrastruktur, maupun kebijakan.

Dengan langkah-langkah ini, SKK Migas berharap dapat membangun sinergi yang kuat antara produsen, pelaku midstream, dan pengguna akhir gas bumi untuk mencapai optimalisasi penyerapan gas bumi nasional. SKK Migas terus berupaya mendorong penyerapan gas bumi, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, secara maksimal.

Acara ini fokusnya di Jawa ya, “Tapi kita sebenarnya sudah punya juga pemetaan di Kalimantan, bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan di IKN, di Kalimantan kan ada banyak produsen gas, di Bontang ada Badak LNG, tentunya itu akan jadi prioritas untuk dipenuhi.”

Forum Gas Nasional 2024 Bandung Tak Bahas Gas di IKN, Ada Apa?

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.