PT Pos Regional 1 Medan Optimalkan Pemanfaatan Pospay

EKSEKUTIF.comPerkembangan ICT (informasi, komunikasi, dan teknologi), kian mendorong PT Pos Indonesia terus berinovasi, salah satunya dalam layanan transaksi keuangan digital dengan mengembangkan aplikasi Pospay yang kini terus digencarkan penggunaannya kepada masyarakat di semua wilayah layanan yang terbagi dalam 6 Regional.

Upaya ini salah satunya dilakukan Regional 1 PT Pos Indonesia, yang berkedudukan di Medan yang membawahi wilayah Pulau Sumatera. Salah satu upaya yang telah dilakukan yaitu dengan menggandeng Gebu Minang atau Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang, melalui aplikasi Pospay Gebu Minang.

Kerja sama Pospay dan Gebu Minang secara resmi dimulai pada Mei 2022. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, jumlah pengunduh aplikasi Pospay Gebu Minang mencapai ribuan. “Kami mulai kerja sama pada Mei 2022. Tercatat hingga sekarang, sudah ada 4.500 downloader.

Dengan Pospay, Gebu Minang bisa lebih transparan dalam hal laporan keuangan maupun pertanggungjawaban,” kata Executive Vice President Regional 1 PT Pos Indonesia, Dino Ariyadi dalam keterangannya yang dirilis kepada pers (20/07/2022).

Pospay Gebu Minang merupakan platform/channel digital berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada pelanggan sehingga dapat mengakses layanan transaksi keuangan maupun layanan Pos Indonesia lainnya secara mandiri melalui smartphone yang merupakan hasil sinergi antara Gebu Minang dan Pos Indonesia.

Melalui aplikasi Pospay Gebu Minang, anggota dan masyarakat Minangkabau di seluruh Indonesia dan luar negeri dapat melakukan beragam transaksi, di antaranya donasi ke Gebu Minang untuk memajukan kampung halaman dan transfer ke berbagai bank.

Selain itu, pengguna Pospay Gebu Minang juga bisa melakukan pembayaran berbagai tagihan, yaitu listrik, token listrik, tagihan air, tagihan PBB, PPN, PPh, pajak daerah lainnya, tagihan telepon, pulsa dan paket data.

Tak hanya itu, pengguna pun bisa melakukan pembayaran berbagai cicilan kendaraan, premi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, top up e-wallet/uang elektronik, pembayaran transaksi e-commerce, dan mengirimkan weselpos kepada penerima yang tidak punya rekening bank.

Dengan 14 juta masyarakat Minang yang tersebar di Indonesia dan dunia, Pos Indonesia optimistis Pospay Gebu Minang bakal makin menuai sukses.

“Semangat yang kami bangun ialah ingin mengedukasi masyarakat mengenai teknologi keuangan digital. Selain itu, sebagai sebuah organisasi, Gebu Minang harus membuat pertanggungjawaban baik donasi maupun penggunaan dana dari para donatur yang dikemas dalam bentuk Pospay Gebu Minang,” ucap Dino.

Untuk semakin menggenjot jumlah pengguna Pospay, khusus di Regional 1 akan dilakukan sejumlah inovasi di antaranya dengan membuat 1.000 Pospay Point.

“1.000 Pospay Point adalah salah satu penambahan titik layanan yang bersifat mobile di mana ada masyarakat banyak di situ, terjadi perputaran uang dan ekonomi di situ, maka kami akan hadir. Harapannya, masyarakat akan terfasilitasi untuk melakukan cash in dan cash out,” ujarnya.

Pospay juga menyasar kota kedua karena banyak masyarakat di sana yang belum memiliki akses perbankan (bankable). Dengan mengunduh aplikasi Pospay, masyarakat bisa melakukan transaksi keuangan.

Bahkan, pengguna tetap bisa mengakses aplikasi Pospay meski tidak memiliki ponsel pintar. Pihak Kantor Pos maupun Agen Pos akan membantu masyarakat yang ingin menggunakan Pospay.

“Pos Indonesia memiliki layanan Kantor Pos online di 4.800 titik di seluruh Indonesia, mampu melayani orang melakukan cash out. Inilah yang membedakan kami dengan layanan fintech sejenis.

Semua layanan digital keuangan ada di Pospay, tapi tidak semua kompetitor memiliki sebaran cukup besar untuk melakukan cash out,” ucap Dino.

Keunggulan lainnya, Pospay mendukung pengguna yang berprofesi sebagai pengusaha atau pelaku UMKM. Mereka bisa melakukan transaksi lebih dari Rp10 juta. Keunggulan inilah yang membuat Pos Indonesia membidik kaum milenial.

“Dua atau lima tahun yang akan datang, masyarakat Indonesia akan didominasi milenial yang terbiasa dengan teknologi. Jika mereka tidak difasilitasi atau diedukasi, mereka tidak akan mendapatkan informasinya dengan baik. Pospay mencoba mendekati mereka,” pungkasnya. (ACH)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.