Red Hat Mendorong Konsistensi yang Lebih Besar dan Manajemen di Seluruh Hybrid Cloud dengan Versi Terbaru OpenShift Platform Plus 

 

Red Hat Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia telah mengumumkan iterasi baru Red Hat OpenShift Platform Plus, dengan fitur dan kemampuan baru yang melampaui penawaran mendasar platform Kubernetes yang mencakup penyimpanan, manajemen dan banyak lagi. Versi terbaru ini semakin memperluas Red Hat OpenShift Platform Plus sebagai platform Kubernetes tunggal yang mampu menjangkau luasnya skenario IT enterprise, baik itu pusat data tradisional, operasional edge terdistribusi atau berbagai lingkungan public cloud.

Dalam laporan Gartner® berjudul The Innovation Leader’s Guide to Navigating the Cloud-Native Container Ecosystem, firma riset ini menyatakan bahwa “Perusahaan berusaha untuk membuat standarisasi pada platform yang konsisten maupun sejauh mungkin ke berbagai use case.”

Ketika perusahaan mengembangkan lanskap aplikasi untuk memenuhi kebutuhan yang terus berubah, platform cloud yang didukung oleh Kubernetes perlu untuk tidak hanya menjangkau jejak infrastruktur open hybrid cloud, namun juga ke berbagai workload dan berbagai aplikasi yang berjalan pada fondasi ini.

“Ketika perusahaan beralih ke aplikasi modern untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan lebih dinamis, mereka membutuhkan platform yang konsisten, baik untuk aplikasi tradisional di pusat data, hingga workload yang terkontainerisasi sampai ke edge dan berbagai public cloud,’ ujar  Joe Fernandes, vice president dan general manager, Platforms Business Group, Red Hat, Selasa ( 23/08/2022).

“Dengan update hari ini, Red Hat OpenShift Platform Plus tetap diposisikan untuk menyediakan fondasi yang konsisten bersama dengan rangkaian tool terintegrasi lengkap untuk manajemen yang lebih baik, ketahanan data yang meningkat, dan postur keamanan yang lebih kuat,” jelasnya.

Hadirnya kemampuan baru yang menyederhanakan stack Kubernetes, membantu mengefisienkan dan menstandarisasi pengembangan aplikasi dan manajemen dari pusat data ke edge hingga ke berbagai public cloud.

Red Hat OpenShift Platform Plus dirancang untuk menyediakan fondasi yang lebih konsisten bagi perusahaan dalam mendorong standarisasi IT yang transformasional. Penawaran terbaru ini meliputi berbagai tool yang dibutuhkan untuk mengembangkan, melindungi dan mengelola aplikasi dengan lebih simpel di seluruh siklus hidup software maupun di seluruh klaster Kubernetes. Pembaruan teknologi pokok ini termasuk:

  • Red Hat OpenShift 4.11
  • Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes 2.6
  • Red Hat OpenShift Data Foundation 4.11

Sebuah Platform yang komprehensif untuk workload sampai ke hybrid cloud

Karena perusahaan terus mengembangkan lingkungan operasional, kebutuhan akan konsistensi yang lebih besar di seluruh footprint yang heterogen ini juga semakin besar. Red Hat OpenShift 4.11, berbasis Kubernetes 1.24 dan runtime interface CRI-O 1.24, didesain untuk memudahkan pemanfaatan Kubernetes, apapun caranya dan di manapun penggunaannya di seluruh open hybrid cloud.

Versi terbaru Red Hat OpenShift memungkinkan perusahaan untuk menginstal OpenShift langsung dari marketplace public cloud yang utama, termasuk marketplace AWS dan marketplace Azure. Ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi enterprise untuk memilih untuk menjalankan OpenShift dan memungkinkan tim IT memenuhi berbagai persyaratan teknologi yang dinamis dengan lebih baik.

Fitur dan kemampuan baru dalam Red Hat OpenShift 4.11 antara lain:

  • Integrasi Pod Security Admission, yang memungkinkan pengguna untuk menentukan level isolasi yang berbeda pada pod Kubernetes sehingga dapat membantu menjalankan perilaku pod yang lebih jelas dan lebih konsisten.
  • Dukungan installer provisioned infrastructure (IPI) untuk Nutanix bagi pengguna untuk menggelar proses IPI untuk menjalankan instalasi OpenShift yang terotomatisasi sepenuhnya, dan satu klik saja, pada lingkungan virtual Nutanix yang didukung.
  • Arsitektur tambahan untuk kontainer sandboxedtermasuk kemampuan untuk menjalankan kontainer sandboxed di AWS serta di node tunggal OpenShift. Kontainer sandboxed menyediakan opsi layer tambahan untuk mengisolasi workload bahkan pada jangkauan terjauh edge di jaringan.

Oversight yang ditingkatkan dan kepatuhan di seluruh lingkungan hybrid

Mengelola workload yang berbeda seringkali membutuhkan oversight tambahan dan tata kelola. Untuk membantu pengguna mengelola armada kontainer yang terus bertambah di edge dengan lebih baik, Red Hat Advanced Cluster Management 2.6, sebagai bagian dari Red Hat OpenShift Platform Plus, menambahkan fitur-fitur baru yang ditargetkan untuk meningkatkan ketersediaan use case yang berlatensi tinggi dan bandwidth yang rendah.

Satu klaster hub Red Hat Advanced Cluster Management kini bisa menggelar dan mengelola hingga 2.500 klaster node tunggal OpenShift, yang bisa digelar dan dikelola di edge dengan provisioning tanpa sentuhan. Selain itu, Red Hat Advanced Cluster Management 2.6 menyediakan edge metric-collector yang dirancang khusus untuk node tunggal dan workload kecil, memungkinkan observasi yang lebih besar pada operasional jarak jauh.

Red Hat Advanced Cluster Management juga menawarkan integritas baru dengan tool utama, memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk terus memanfaatkan workflow yang sudah ada. Integrasi yang utama meliputi:

  • Visibilitas aplikasi di seluruh armada secara otomatis, termasuk visibilitas yang lebih luas di topologi aplikasi yang menampilkan aplikasi yang diciptakan langsung melalui OpenShift.
  • Manajemen klaster langsung dari Red Hat Ansible Automation Platform, tersedia sebagai pratinjau teknologi, memungkinkan pengguna Ansible berinteraksi dengan Red Hat Advanced Cluster Management secara asli.
  • Integrasi dengan Kyverno PolicySet, tersedia sebagai pratinjau teknologi, menyediakan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk mengimbangi lanskap kebijakan Kubernetes.

Layanan data dan penyimpanan yang persisten didesain untuk workload modern

Ketika perusahaan memindahkan sistem mereka ke hybrid cloud, resiliensi seringkali menjadi perhatian penting. Untuk membantu meminimalkan kehilangan data dan disrupsi bisnis ketika terjadi kegagalan, Red Hat OpenShift Data Foundation 4.11 memasukkan OpenShift API untuk perlindungan data.

Application programming interface (API) berbasis operator bisa digunakan untuk mencadangkan dan memulihkan aplikasi dan data yang spesifik, yang asli atau dengan menggunakan aplikasi perlindungan data yang sudah ada di seluruh hybrid cloud.

Selain itu, Red Hat OpenShift Data Foundation kini menyediakan kemampuan monitoring multi-klaster melalui Red Hat Advanced Cluster Management. Ini memungkinkannya untuk menampilkan klaster data kesehatan manajemen dalam tampilan tunggal di beberapa klaster dan dapat membantu mengurangi biaya operasional dengan menggabungkan manajemen klaster di seluruh lingkungan melalui satu tool.

Red Hat OpenShift 4.11 dan Red Hat OpenShift Data Foundation 4.11 kini tersedia secara general. Red Hat Advanced Cluster Management 2.6 diperkirakan akan tersedia pada akhir bulan ini.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.