F5 Memperkuat Application Delivery and Security Platform untuk Menyederhanakan Operasional dan Mempercepat Adopsi AI yang Aman

Peningkatan terbaru pada platform, termasuk F5 Insight for ADSP, menghadirkan kemampuan observabilitas terpadu dan proactive intelligence untuk lingkungan IT modern

 

Baru-baru ini di ajang AppWorld, F5 , pemimpin global dalam menghadirkan dan mengamankan setiap aplikasi dan API, mengumumkan evolusi besar di F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP).

Sejalan dengan pengumuman berita-berita baru terkait keamanan, F5 juga memperkenalkan sejumlah peningkatan baru, termasuk F5 Insight untuk ADSP dengan peningkatan kemampuan observability di seluruh platform, dukungan untuk beban kerja berbasis agentic AI, kemampuan kriptografi yang siap menghadapi tantangan masa depan, serta pendekatan packaging baru yang lebih sederhana untuk F5 Distributed Cloud Services yang dirancang untuk mempermudah implementasi SaaS sekaligus mendorong konvergensi infrastruktur.

Organisasi modern kini beroperasi dalam lingkungan IT yang semakin kompleks, di mana aplikasi tersebar di berbagai data center, cloud, hingga lokasi edge. F5 ADSP menghadirkan pendekatan yang tepercaya untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi aplikasi terdistribusi dalam mendukung kapabilitas AI. Melalui berbagai peningkatan terbaru ini, F5 memastikan platformnya mampu menjawab kebutuhan krusial dari arsitektur aplikasi yang terus berkembang.

“Sebagian besar tim operasional saat ini terjebak mengelola kompleksitas yang sebenarnya tidak pernah mereka rencanakan,” ujar Kunal Anand, Chief Product Officer di F5, Selasa ( 21/04/2026).

“Mereka harus menghadapi lusinan tools, ribuan alert, tetapi minim insight yang relevan. F5 ADSP menyederhanakan semua itu ke dalam satu platform. Dengan F5 Insight, kami mengubah telemetri yang tersebar menjadi gambaran yang jelas sekaligus rekomendasi tindakan berikutnya. Dari sana, kami memperluas fondasi ini untuk mendukung beban kerja agentic AI dan kriptografi yang siap menghadapi masa depan, karena infrastruktur terus berubah, siap atau tidak,” jelasnya.

F5 Insight: Membangun fondasi kemampuan observability untuk F5 ADSP

Sebagai tambahan penting pada komponen XOps di F5 ADSP, F5 Insight menghadirkan cara baru bagi organisasi dalam mengelola aplikasi dan infrastruktur. Bagi tim yang menggunakan solusi F5 BIG-IP, F5 Insight menyediakan kemampuan observabilitas dan analitik end-to-end yang komprehensif serta disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan mereka, dengan memanfaatkan tools seperti OpenTelemetry.

Manfaat utamanya meliputi:

  • Visibilitas terpadu: Pemantauan dan analitik secara real time di seluruh lapisan aplikasi dan infrastruktur menjawab kebutuhan lama industri akan insight yang komprehensif di lingkungan hybrid dan multicloud.
  • Intelligence yang dapat ditindaklanjuti: Dibangun dari pengalaman puluhan tahun dalam delivery aplikasi dan keamanan, F5 Insight tidak hanya menyediakan dashboard; tetapi juga menghadirkan kejelasan operasional melalui KPI dan visualisasi yang memberikan dampak, yang membantu tim mengoptimalkan performa aplikasi sekaligus menangani potensi masalah secara menyeluruh sebelum berdampak ke pengguna.
  • Panduan proaktif berbasis AI: Dengan memanfaatkan integrasi Model Context Protocol (MCP) serta dukungan untuk berbagai large language models (LLMs) populer, F5 Insight menghadirkan analitik prediktif dan menghasilkan narasi operasional untuk memandu tim memprioritaskan tindakan dan mengatasi kerentanan, semuanya melalui interaksi natural language. Dengan kemampuan ini, data operasional menjadi lebih jelas dan mudah ditindaklanjuti, serta meningkatkan efisiensi dan kolaborasi.

F5 Insight for ADSP adalah solusi yang fleksibel dan customizable, tersedia dalam bentuk self-managed software (software yang dikelola sendiri) maupun model SaaS yang akan segera hadir. Saat ini, solusi ini tersedia secara umum untuk BIG-IP, dengan rencana perluasan kapabilitas ke F5 NGINX dan Distributed Cloud Services.

F5 BIG-IP v21.1: Modernisasi yang siap menghadapi masa depan

Melanjutkan momentum rilis BIG-IP v21.0 pada akhir 2025, software BIG-IP v21.1 yang akan datang semakin mengembangkan F5 ADSP untuk mendukung aplikasi dan API dengan kebutuhan tinggi saat ini. Rilis ini memperkuat kapabilitas unggulan di industri dengan menghadirkan berbagai fitur inovatif, antara lain:

  • Peningkatan kesiapan kriptografi pascakuantum (PQC): BIG-IP v21.1 menambahkan dukungan untuk cipher kriptografi baru yang sesuai standar NIST, menghadirkan enkripsi yang lebih kuat terhadap ancaman komputasi kuantum di masa depan. Melengkapi hal ini, F5 BIG-IP Zero Trust Access (sebelumnya dikenal sebagai F5 BIG-IP Access Policy Manager) memperkenalkan tunneling TLS/SSL VPN yang tahan terhadap ancaman kuantum untuk akses aplikasi dan transmisi data yang aman.
  • Delivery, keamanan, dan akses untuk beban kerja AI: Rilis terbaru ini meningkatkan keamanan dan performa beban kerja AI dengan menambahkan perlindungan MCP serta kemampuan session persistence. Selain itu, fitur baru Dynamic Client Registration (DCR) memberdayakan agentic AI untuk mendapatkan akses ke sumber daya dengan cepat, otomatis, dan aman.
  • Perlindungan lanjutan untuk API modern dan protokol traffic: Dengan BIG-IP v21.1, solusi web application firewall (WAF) F5 kini mampu melindungi API modern berbasis spesifikasi OpenAPI 3.1 dari ancaman berbahaya, sekaligus memblokir serangan canggih yang menargetkan traffic protocol HTTP/3 seperti cross-site scripting atau SQL injection.
  • Modernisasi software BIG-IP TMOS yang berkelanjutan: BIG-IP v21.1 juga meningkatkan control plane untuk memperkuat keandalan dan efisiensi sistem secara keseluruhan, sekaligus memperkenalkan declarative API berperforma tinggi baru, yaitu BIG-IP Declarative API, yang mendukung otomatisasi di lingkungan aplikasi yang paling ekstensif dan dinamis.

Ketersediaan umum BIG-IP v21.1 saat ini ditargetkan pada kuartal kedua 2026.

F5 NGINX: Observabilitas agentic berbasis visibilitas trafik MCP

Seiring semakin banyaknya agen AI yang berinteraksi dengan aplikasi dan API untuk menjalankan tugas secara otonom, perusahaan membutuhkan visibilitas yang lebih dalam terhadap bagaimana agen tersebut mengakses dan menggunakan layanan.

F5 NGINX menghadirkan kemampuan observability secara real time terhadap traffic yang dipicu oleh AI, di mana hal ini memberikan tim DevOps, SRE, dan platform, insight mendalam mengenai perilaku agen, baik dari aktivitas AI yang sudah dikenal maupun yang tersembunyi (shadow AI).

Dengan membaca (parsing) dan memeriksa metadata MCP secara langsung di jalur traffic jaringan, NGINX akan memunculkan agen yang meminta pola, latency, throughput dan sinyal error untuk meningkatkan pengawasan dan tata kelola.

Karena NGINX berada pada posisi strategis dalam jalur trafik aplikasi, organisasi dapat memanfaatkan strategi satu gateway untuk memantau sekaligus mengelola beban kerja aplikasi, API, dan AI. Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan AI gateway terpisah, mengurangi kompleksitas tools, menyederhanakan operasional, serta memungkinkan tata kelola terpadu di seluruh beban kerja modern.

Kemampuan agentic observability yang ditenagai visibilitas trafik MCP tersedia secara umum di NGINX Open Source. Dukungan untuk level enterprise dan fitur tingkat lanjutnya tersedia melalui F5 NGINX Plus.

F5 Distributed Cloud Services: Implementasi yang lebih sederhana

F5 telah merancang ulang pendekatan packaging untuk F5 Distributed Cloud Services, menghadirkan pengalaman pembelian yang lebih sederhana di mana hal ini mendukung adopsi kapabilitas F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP) secara skalabel dalam kerangka SaaS.

Paket terbaru ini, terdiri dari dua tingkatan yaitu Essentials dan Enterprise, menyediakan layanan terintegrasi seperti CDN dan kapabilitas keamanan API yang selaras dengan kebutuhan bisnis modern. Paket-paket terbaru ini memudahkan berlangganan, mengurangi kompleksitas, serta menggantikan puluhan SKU dengan bundel berbasis nilai.

Penyesuaian tersebut juga mendukung visi F5 dalam menghadirkan solusi SaaS berdampingan dengan penawaran tradisional berbasis hardware, software, dan layanan terkelola di mana hal ini membuat migrasi ke platform terpadu menjadi semakin mudah bagi pelanggan.

“F5 tidak hanya menjawab tantangan operasional, tetapi juga memungkinkan implementasi aplikasi AI yang lebih efektif sekaligus mempersiapkan akan kebutuhan di masa depan secara proaktif,” kata Paul Nicholson, Research VP, Cloud and Datacenter Networks di IDC.

“Salah satu sorotan utama adalah F5 Insight, yang menghadirkan visibilitas dan intelligence yang dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan pelanggan, dengan kapabilitas AI yang menonjol. Dengan adanya kombinasi peningkatan MCP untuk aplikasi AI dan PQC Support, F5 sekarang sanggup menjawab kebutuhan aplikasi modern. Secara keseluruhan, inovasi ini memungkinkan organisasi mengoptimalkan operasional, memperkuat keamanan, dan meningkatkan skala di berbagai lingkungan mereka,” tambahnya.