Potensi Kopi Pagar Alam Bisa Jadi Magnet Besar Bangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi

EKSEKUTIF.com- Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dikenal dengan kekayaan kuliner dan kriya. Itu pula yang menjadikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memilih Kota Pagar Alam menjadi lokasi ke-31 untuk penyelenggaraan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022.

Kegiatan Workshop ini telah berlangsung selasa malam (13/9/2022) bertempat di Villa Ex MTQ Gunung Gare, Kota PagarAlam.

Kedatangan Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno disambut meriah oleh ratusan pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) se- Kota PagarAlam.

Diskusi antara Mas Menteri –sapaan Sandiaga Uno- dengan para UMKM tersebut berlangsung interaktif dan sarat optimisme. Tampak juga Wali Kota Pagar Alam, Alpian Maskoni mendampingi Mas Menteri.

Dalam sambutannya, Mas Menteri mengatakan, Pagar Alam dikenal sebagai penghasil kopi di mana 8,91 persen lapangan usaha dari makan dan minum.

”Robusta Pagar Alam memiliki cita rasa yang unik karena ditanam di ketinggian 1.000 – 1.600 dpl. Ini yang kedepannya akan kita dorong. Biasanya Robusta ditanam di ketinggian 600 dpl ke bawah,” jelasnya dilansir dalam rilis pers, baru-baru ini.

Menteri Sandi menerangkan, Kota Pagar Alam memiliki tiga destinasi wisata unggulan, yaitu wisata alam gunung dengan kebun teh, wisata budaya rumah adat Basemah, serta kuliner dan kriya yang menjadi subsektor ekraf unggulan.

”Kita mendorong proses uji petik tahun depan, akan kita dampingi dan dipilih subsektor unggulannya untuk menjadi Kota Kreatif,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan penggiat kopi, soal upaya pemerintah memajukan kopi Pagar Alam, Sandi memastikan tahun depan akan digelar Festival Kopi Pagar Alam berskala nasional, sebagai upaya branding.

”Saya terkesan Pagar Alam memiliki bukan hanya destinasi alam, tapi ada cerita tersembunyi dimana kopi yang diproduksi pagar alam diklaim daerah lain, saya ingin mengubah ini melalui branding tersebut,” jelasnya.

Kedepan, Pagar Alam diharapkan menjadi ekosistem dalam hal kopi. Dimana penggiat kopi bisa menanam, memanen, roasting, dan edukasi di Pagar Alam.

”Ekosistem kopi ini sudah dilakukan di Magelang dan berhasil menjadi produk unggulan yang pemasarannya sampai ke Mancanegara,” terang Sandi.

Workshop tersebut diikuti sebanyak 100 pelaku usaha ekraf yang berasal dari subsektor kriya dan kuliner. Untuk dapat mengikuti workshop, mereka wajib mendaftarkan diri melalui website www.katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah menjalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat.

Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Workshop itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terjadinya akselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota PagarAlam. (ACH)

  • BACA JUGA: majalah EKSEKUTIF edisi September 2022, klik ini

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.