PREMIUM KONTEN

Perluas Automasi – Red Hat Integrasikan Red Hat Ansible Automation Platform ke Lingkungan Red Hat OpenShift

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Red Hat, Inc., provider solusi open source terkemuka di dunia, telah mengumumkan sebuah pencapaian penting dalam automasi IT kelas enterprise. Red Hat telah mengintegrasikan Red Hat Ansible Automation Platform dan Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes.

Integrasi ini dilakukan untuk mengakselerasi automasi dan integrasi antara cloud-native dan infrastruktur tradisional. Integrasi ini juga diharapkan dapat mendorong modernisasi aplikasi di lingkungan IT, menyederhanakan alur kerja, dan meniadakan pemisahan (silos) yang terjadi antara server tradisional dan mesin virtual serta kluster cloud-native, termasuk Red Hat OpenShift.

Pengintegrasian Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dan Red Hat Ansible Automation Platform akan menghadirkan automasi pada berbagai platform tradisional, container, dan edge.

Joe Fitzgerald, Vice President, Management, Red Hat mengatkan, “Dengan mengintegrasikan Red Hat OpenShift dan Ansible Automation Platform, perusahaan-perusahaan dapat memanfaatkan Ansible dalam pengelolaan infrastruktur dan penerapan aplikasi.”

“Kami yakin Ansible secara de facto telah menjadi standar dalam automasi, dan Red Hat punya banyak sekali otomatisasi Ansible yang siap digunakan, mencakup berbagai domain, dan terkurasi, tersertifikasi, dan disupport dengan baik,” ujar Joe dalam keteranganya, Jum,at ( 20/11/20202 ).

Ansible Automation Platform1 dan Red Hat OpenShift2 sama-sama meraih predikat leader dalam The Forrester Wave™ dan dipakai pada sejumlah project open source Ansible dan Kubernetes.

Diluncurkan pada Juli 2020, Red Hat Advanced Cluster Management membantu enterprise mengelola dan meningkatkaan kapasitas kluster-kluster OpenShift di seluruh hybrid cloud, sehingga perusahaan-perusahaan terkemuka di industri bisa menikmati pengelolaan yang lebih baik pada platform Kubernetes mereka.

Sekarang, Ansible Automation Platform dan Red Hat Advanced Cluster Management dapat bekerja sama sehingga enterprise bisa menikmati keuntungan dari teknologi yang sedang digunakan dan menikmati masa depan cloud-native.

Menghubungkan lingkungan cloud tradisional dan hybrid dengan tool otomatisasi modern

Pembaruan dan modernisasi aplikasi IT adalah prioritas utama pada saat ini. Berdasarkan data Gartner, “Pada 2022, hanya 40 persen software pengelolaan container yang ada pada 2019 akan tetap kompetitif atau eksis. Sehingga berbagai keputusan yang berkaitan dengan produk pada saat ini harus lebih bersifat taktis.” Red Hat OpenShift adalah platform yang powerful dan scalable untuk transformasi tersebut.

Banyak organisasi/perusahaan, tak bisa begitu saja meninggalkan sistem IT yang mereka gunakan saat ini, karena ada investasi dan workload penting yang mengunakan sistem tersebut. Oleh sebab itu, banyak tim IT terpaksa memisahkan tim teknologi stack dan memilah-milah tim untuk memecahkan masalah workflow yang terpisah itu, yang mana masing-masing memerlukan tool dan strategi yang berbeda. Alhasil, yang tumbuh adalah kompleksitas dan gesekan-gesekan (friksi).

Integrasi antara Ansible Automation Platform dan Red Hat Advanced Cluster Management bertujuan untuk memecahkan kesulitan yang dialami oleh tim IT di enterprise tadi. Caranya dengan merampingkan toolset dan melakukan “handoffs” antara teknologi tradisional dan cloud-native.

Red Hat Advanced Cluster Management menjawab kebutuhan pengelolaan dan monitoring terhadap cloud-native. Ketika workflow di level aplikasi atau infrastruktur IT yang lama dibutuhkan, ia akan bertindak selaku panel kontrol di seluruh kluster Red Hat OpenShift untuk memicu kapabilitas Ansible Automation Platform, seperti menjalankan pembaruan sistem, mengkonfigurasi load balancer, melakukan scaling pada server resource dan sebagainya.

Sebagai hasilnya adalah sebuah workflow tunggal dalam mengelola lingkungan hybrid cloud yang kompleks tanpa memaksa perusahaan memilih antara kebutuhan IT mereka sekarang dan kebutuhan IT yang mereka butuhkan pada masa depan digital.

Sebagai bagian dari integrasi antara kedua teknologi tersebut, Red Hat memanfaatkan keunggulan fondasi OpenShift Kubernetes Operator untuk melakukan otomatisasi IT di lingkungan hybrid cloud. Operator Kubernetes akan lebih mudah menjalankan aplikasi saat menerapkan OpenShift di mana saja. Dengan Resource Operator for Red Hat Advanced Cluster Management, teknologi ini dapat meminta Ansible Automation Platform mengeksekusi berbagai task secara efisien di luar kluster Kubernetes.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.