Pameran Kaca dan Fasad Terkemuka Asia Tenggara Resmi Dibuka Hari Ini di ICE BSD

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti (tejgah) saat membuka pameran Glasstech Asia & Fenestration Asia (GAFA) 2025 (06/11/2025), di ICE BSD City..

EKSEKUTIF.com– Pameran internasional industri kaca dan fasad atau Glasstech Asia & Fenestration Asia (GAFA) 2025, resmi dibuka hari ini (06/11/2025) oleh Wakil Menteri PUPR, Diana Kusumastuti. 

Menghadirkan beragam produk inovasi dan solusi terbaru bidang kaca dan industri terkait dari berbagai negara, pameran yang berlangsung 6-9 November 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City ini siap menyambut lebih dari 5.000 profesional untuk bertemu dengan lebih dari 200 brand dari peserta.

Pameran bertajuk Glasstech Asia & Fenestration Asia 2025 ini, menjadi ajang terbesar di Asia Tenggara yang mempertemukan ekosistem industri kaca dan fasad. Mulai dari produsen, pemasok, arsitek, pengembang, kontraktor, hingga profesional industri.

Penyelenggara optmistis pameran yang menghadirkan lebih dari 200 brand peserta, akan dihadiri lebih dari 5.000 pengunjung, termasuk para profesional  bertemu event ini.

Pameran diselenggarakan oleh MMI Asia Pte. Ltd., yang merupakan bagian dari Messe München GmbH, dan didukung oleh pelaku penyelenggara lokal, GAFA 2025 menjadi platform utama untuk pertukaran pengetahuan, kemajuan teknologi, dan pengembangan bisnis di sektor industri kaca dan fasad.

Pameran berskala internasional ini dimeriahkan oleh kehadiran peserta pameran dari 9 negara, yaitu China, Taiwan, Italia, Jepang, Malaysia, Jerman, Singapura,Spanyol, dan Korea Selatan. Para peserta internasional ini juga tergabung dalam paviliun-paviliun khusus, seperti International Pavilion, Singapore Pavilion, dan China Pavilion.

GAFA 2025 juga menampilkan deretan pemain besar industri lokal seperti PT Asahimas Flat Glass Tbk, MAGI Glass, Pelitamaju Facades, PT. MULIAGLASS, Himalaya Abadi, PT Karya Mulia Glassindo, dan Norfet Aluminium Solutions. Untuk memperluas jaringannya, pameran ini juga menerima kunjungan delegasi bisnis internasional dari berbagai negara tetangga di Asia Tenggara, meliputi Malaysia, Filipina, Taipei, Thailand, dan Singapura.

Dalam sambutan pembukaan Wakil Menteri Pekerja Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti menyatakan, mewakili pemerintah pihaknya sangat menyambut baik diselenggarakannya pameran ini.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi inovasi industri serta memprioritaskan pembangunan berkelanjutan atau green infrastruktur, efisiensi energi, serta sirkularitas material agar sejalan dalam mendukung fondasi Indonesia emas melalui penyelenggaraan infrastruktur umum yang handal dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain itu, dengan diadakannya GAFA 2025, diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri dan transformasi jasa konstruksi di Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya pameran ini. Hal ini juga sejalan dengan Renstra PU 608, sebagai strategi jangka panjang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang lebih terpadu dan efisien, serta memberikan dampak langsung pada masyarakat.”

“Kami juga berharap para pelaku industri  ini bisa mendukung program green dengan menggunakan materail yang ramah lingkungan sejalan dengan tuntutan  isu ESG berkaitan dengan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola perusahaan yang baik,” ungkap Wakil Menteri Pekerja Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti saat menyampaikan sambutan pembukaan pameran ini.

Mewakili mitra penyelenggara lokal, Rafidi Iqra Muhamad, Direktur PT. Debindo Global Expo, turut menyampaikan optimismenya.

Ia menilai penyelenggaraan ini menarik karena digelar bersamaan dengan IndoBuildTech Expo Part 2, sehingga GAFA berpeluang besar dikenal lebih banyak profesional.

“Kehadiran GAFA di Indonesia merupakan langkah yang tepat, selaras dengan momentum saat pemerintah tengah mendorong penguatan industri dan pasar lokal, khususnya untuk sektor kaca, aluminium, dan fasad.”

“Kami berharap kolaborasi ini dapat bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menjadikan GAFA sebagai pameran yang tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan di sektor industri kaca dan fasad,” ujarnya.

Pentingnya kolaborasi regional juga ditekankan oleh para pemimpin industri. Ketua Asosiasi Kaca Singapura, Pay Yap, menekankan peran kemitraan dalam mengakselerasi inovasi di seluruh ASEAN. Senada dengan itu, Bapak Darma Putra Narjadin, Dewan Penasehat

Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLP), menyoroti posisi Indonesia yang sedang berkembang sebagai pusat regional untuk produksi dan inovasi kaca.

Selama empat hari ke depan, GAFA 2025 akan menyoroti perkembangan terbaru dalam smart glass (kaca pintar), dan fasad hemat energi. Pameran ini dilengkapi dengan program komprehensif, termasuk Asia Façade & Glass Conference, Innovation Pitching Forum, Future

Arcologies – Facade Design Competition, dan Glazing Competition. Penyelenggaraan ini juga didukung oleh BAU Network, Singapore Glass Association, Glass Alliance, Asosiasi Kaca Lembaran & Pengaman Indonesia (AKLP), dan Asosiasi Fasad Indonesia (PERAFI) beserta asosiasi-asosiasi pendukung lainnya.

Beberapa agenda penting akan menjadi sorotan dalam penyelenggaraan pameran ini, antara lain:

  • Asia Façade & Glass Conference 2025
    Bekerja sama dengan Perhimpunan Ahli Fasad Indonesia (PERAFI), konferensi selama tiga hari ini akan mempertemukan arsitek, insinyur, pengembang, dan pemimpin industri untuk membahas inovasi desain, material berkelanjutan, teknologi kaca terkini, serta perangkat digital yang membentuk wajah arsitektur Indonesia masa depan. Dengan tema “Harmonizing Nature and Architecture, Shaping Indonesia’s Skyline, and Tomorrow’s Vision”, konferensi ini akan menghadirkan wawasan praktis, solusi visioner, dan studi kasus nyata.
  • Innovation Pitching Forum
    Forum ini menjadi wadah bagi peserta pameran untuk memperkenalkan inovasi berkelanjutan kepada audiens terpilih, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pembeli, pengunjung, serta pelaku industri dalam menemukan solusi transformasional yang mendorong pertumbuhan bisnis.
  • Façade Design Competition – Future Arcologies
    Kompetisi ini mengundang arsitek, desainer, insinyur, dan mahasiswa untuk merancang kembali fasad Indonesia dengan memanfaatkan material canggih, strategi hemat energi, serta teknologi Building-Integrated Photovoltaics (BIPV), guna mendorong inovasi dan keberlanjutan di kawasan urban tropis.
  • Glazing Competition 2025
    Sebuah tantangan langsung yang menampilkan keterampilan teknis, ketelitian, serta praktik keselamatan tim instalasi fasad, dengan format kompetisi real-time dalam tugas terukur.
  • Strategic Networking Opportunities
    Peserta akan dapat bertemu dengan pembeli regional utama dari pasar Asia Tenggara melalui program Hosted Buyer yang diperkuat serta aktivitas business matching yang dirancang untuk memaksimalkan peluang jejaring dan menghasilkan kerja sama bisnis yang bermakna.
  • Business Matching Programme
    Layanan terpersonalisasi yang menghubungkan peserta pameran dengan mitra bisnis relevan, demi menciptakan hasil komersial yang nyata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses