Kesehatan

Gunakan FUJIFILM PACS Synapse Layanan RS Pusat Otak Nasional Makin Andal

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.com- Guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional atau RS PON, sejak awal memilih menggunakan peralatan dan teknologi canggih berbasis digital. Salah satunya, sejak awal tahun 2020 dengan menggunakan FUJIFILM PACS Synapse.

PACS (Picture Archiving & Communication System) Synapse merupakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dari FUJIFILM dalam bidang perawatan kesehatan berbasis teknologi informasi (IT Healthcare) yang sedang tren dalam bidang radiologi. Teknologi ini berfungsi sebagai penyimpanan image pasien (archiving), viewer image pasien, 3D Post Processing Image, dan teleradiologi untuk menunjang klinik radiologi dalam melakuan diagnosis dengan alur kerja yang efektif, efisien dan tidak repetitif.

Menurut dr. Melita, Sp.Rad – Kepala Instalasi Radiologi di RS PON, dengan adanya AI, dokter – dokter di Indonesia seperti memiliki tambahan rekan kerja baru yang dapat membantu dan mendukung rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada para pasien. Hal ini, terutama karena dari pengalamannya ketika harus berjibaku dalam waktu cukup lama dalam mendiagnosis dan merawat pasien akibat tidak adanya alat yang dapat mempersingkat proses kerja membantu menegakan diagnosis pasien stroke kala itu.

“Inovasi dalam Synapse (PACS) mendukung dokter dan tenaga kesehatan meningkatkan efektivitas dan produktivitas alur kerja, sehingga pasien dapat segera ditangani dengan waktu tunggu minimum serta improvement dan akurasi dalam mendiagnosis. Akurasi tersebut menjadi faktor yang penting untuk membantu meningkatkan persentase kesembuhan pasien,” ungkap dr. Melita dilansir melalui siaran pers, di Jakarta, baru-baru ini.

Dengan PACS menjadikan pekerjaan manual yang repetitif menjadi digital serta memberikan kemudahan akses melalui mobile device dan dapat diakses para dokter dan tenaga kesehatan dimanapun termasuk ketika pasien ingin melakukan second opinion. Hasilnya pemeriksaan di instalasi radiologi khusus penyakit stroke kini berhasil maksimal 20 menit.

Kabar baik ini telah di presentasikan dalam pertemuan ilmiah Radiological Technologist Conference Chiangmai – Thailand dengan judul Role of PACS in Order to Maximize Stroke Disease Service at National Brain Center Hospital (RS PON) berdasarkan pengalaman pemakaian PACS Synapse. Perubahan paling signifikan yang dirasakan kini adalah semakin singkatnya alur pemeriksaan, sehingga menjadi lebih efektif dan efisien, seperti :

1. Hasil dari foto radiologi tidak perlu dicetak dan selanjutnya diberikan ke dokter klinisi karena sekarang dapat langsung dibaca secara otomatis masuk ke dalam rekam medis elektronik pasien.
2. Tidak perlu proses konversi format jpeg dan tidak memerlukan proses unggah dan unduh data melalui email.
3. Dokter Radiolog kini dapat melakukan 3D Processing di luar rumah sakit terutama dalam kasus CT Angiografi.
4. Jika data gambar yang dibutuhkan dirasa kurang, maka dapat menarik data lainnya tanpa perlu melibatkan radiografer di rumah sakit.

Selain itu, RS PON dalam beberapa bulan ini juga sudah mencoba FUJIFILM AI Chest yang dapat membantu dokter radiolog dalam menegakkan diagnosis karena dapat menunjukkan kelainan yang ada di tubuh pasien.

FUJIIFILM adalah perusahaan Jepang yang telah berdiri lebih dari 80 tahun dan telah menghadirkan berbagai produk unggulan di bidang fotografi, industri, cetak komersil dan juga perawatan kesehatan. FUJIFILM memperkuat posisinya sebagai perusahan perawatan kesehatan yang komprehensif melalui tagline Never Stop Healthcare 2020 dimana FUJIFILM melalui teknologi dan berbagai produknya secara aktif melayani kesehatan masyarakat di bidang pencegahan, diagnosis dan pengobatan termasuk pandemi COVID-19; dan bahwa FUJIFILM tidak pernah berhenti menerima tantangan baru untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Di Indonesia, PT FUJIFILM Indonesia merupakan anak perusahaan langsung dari FUJIFILM Corporation, Jepang berdiri sejak 2011 telah membuktikan eksistensi dan komitmennya untuk selalu menghadirkan berbagai produk – produk inovasi berbasis teknologi kepada masyarakat Indonesia.

Dalam bidang perawatan kesehatan terutama IT Healthcare, PT FUJIFILM Indonesia menghadirkan berbagai teknologi berbasis AI untuk mendukung proses digitalisasi rumah sakit di Indonesia sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin efektif dan efisien serta akurasi diagnosis.

Rujukan Tertinggi

Dikenal sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang sangat dipercaya menangani pasien stroke RS PON atau Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta merupakan rumah sakit tipe A atau rumah sakit pusat dan rujukan tertinggi dengan spesialisasi neurologi, saraf otak dan termasuk stroke, tulang belakang serta saraf tepi.

Rumah sakit yang berlokasi di kawasan Cawang, Jakarta Timur ini diresmikan pada tanggal 1 Februari 2013 oleh Menteri Kesehatan saat itu, Ibu Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH dan pada tanggal 14 juli 2014 diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyhono, ditantang untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Mengapa? Untuk menangani pasien yang baru terserang stroke, dokter dan tenaga kesehatan lainnya hanya memiliki sedikit waktu yang sering disebut golden time untuk membantu pasien tersebut terhindar dari risiko cacat maupun kematian.

Untuk memberikan pelayanan prima tersebut, RS PON memilih menggunakan teknologi digital dari awal berdiri seperti alat digital radiography dan kemudian di tahun 2014, RS PON memiliki alat CT Scan (Computed Tomography scan)dengan PACS (Picture Archiving and Communication System) Basic.

Pelayanan yang responsif inilah yang menjadi sasaran mutu di instalasi radiologi di RS PON. Seperti kutipan yang dikemukan neurologis dunia, Camilo Gomez, M.D., “Time is Brain” sebagai peraturan fundamental dalam merawat pasien stroke dimana semakin lama perawatan dan terapi dijalankan maka semakin kecil kemungkinan berhasil. (ACH)

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Ahmad
the authorAhmad