DPD RI Green Democrazy Fun Walk Mendapat Anugerah MURI

EKSEKUTIF.com Rekor Pertama adalah Kategori Lembaga Negara yang menyelenggarakan jalan santai dengan peserta terbanyak. Juga sebagai Lembaga negara yang menanam pohon langka jenis Damar.

Green Democracy Fun Walk: 25.538 Langkah DPD RI Menanam Harapan dan Damar di Jantung Jakarta

Suasana Minggu pagi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, tak seperti biasanya.

Jalanan yang kerap sesak oleh deru kendaraan pagi itu mendadak disesaki langkah manusia. Udara terasa lebih ringan, langit lebih cerah, dan di antara ribuan wajah yang berkeringat, semangat hijau tampak menular.

Dari Plaza Timur GBK, lebih dari 25.538 peserta memulai langkah dalam acara Green Democracy Fun Walk, sebuah kegiatan jalan santai sejauh 5 kilometer yang digagas Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 lembaga tersebut.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, mengenakan kaus hijau bertuliskan Green Democracy, tampak memimpin barisan di depan.

Di belakangnya, para anggota DPD, pejabat tinggi negara, duta besar negara sahabat, serta kepala daerah berjalan beriringan. Hadir pula Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamenpora Taufik Hidayat, Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah, serta Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia SS Budi Raharjo.

Lebih dari Sekadar Jalan Santai

Tapi pagi itu bukan hanya tentang olahraga. Di sela kegiatan, Sultan bersama para pejabat negara dan duta besar menanam 21 pohon damar di area GBK — pohon yang dikenal tangguh dan berumur panjang, simbol dari harapan dan kelestarian.

Sambil tersenyum, Sultan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang sering ia jadikan pedoman: “Jika kiamat terjadi besok, dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah.”

“Menanam,” ujar Sultan, “adalah tindakan iman terhadap masa depan. Green Democracy mengajarkan pemimpin untuk menanam nilai, gagasan, dan tindakan yang membawa kehidupan.”

“Politik harus kembali punya roh — bukan sekadar kekuasaan, tapi tanggung jawab terhadap bumi dan generasi yang akan datang.”

Tepuk tangan panjang pecah dari peserta. Di antara keringat dan tawa, ada kesadaran baru yang tumbuh: bahwa demokrasi tak bisa berdiri di atas bumi yang rusak.

Mendinginkan Suhu Demokrasi

Konsep Green Democracy yang diperkenalkan Sultan bukan sekadar jargon politik ramah lingkungan.

Di hadapan para duta besar dari Chile, Belarus, dan sejumlah negara sahabat lainnya, ia menjelaskan bahwa gerakan ini adalah upaya untuk mendinginkan suhu demokrasi Indonesia yang sering kali memanas menjelang tahun politik.

“Green Democracy bukan hanya tentang alam,” ujar Sultan, “tetapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan nilai.”

“Ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi kerusakan.”

Senator asal Bengkulu itu kini dikenal sebagai motor intelektual di balik berbagai kebijakan progresif DPD RI — termasuk dorongan agar parlemen menjadi green institution yang sadar ekologi dan etika publik.

Dari Green Democracy ke Green Parliament

Dalam pidato singkatnya di hadapan ribuan peserta, Sultan menegaskan bahwa Green Democracy bukan akhir, melainkan awal dari arah baru kelembagaan DPD RI.

“Dari Green Democracy, kami akan turunkan menjadi Green Parliament, Green Legislation, Green Diplomacy, hingga Green Economy dan Green Education. Karena masa depan demokrasi harus bersinergi dengan masa depan bumi,” katanya.

Langkah itu bukan omong kosong. DPD RI kini tengah menginisiasi RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, yang akan menjadi payung hukum strategis untuk mengorkestrasi kebijakan lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim.

Selain itu, empat RUU lain yang diusulkan DPD dalam Prolegnas 2025 — RUU Pemerintah Daerah, RUU Masyarakat Hukum Adat, RUU Daerah Kepulauan, dan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim — seluruhnya dirancang dengan semangat desentralisasi yang memperhatikan keseimbangan sosial dan ekologis.

“Dunia tidak boleh hanya memanfaatkan isu iklim untuk keuntungan ekonomi,” tegas Sultan. “Regulasi harus hadir untuk mengatur arah dan moral pembangunan.”

Menanam Harapan, Menjaga Demokrasi

Menjelang garis finis, para peserta berjalan santai sambil membawa bendera kecil bertuliskan Save Our Democracy, Save Our Earth.

Musik dan tawa anak-anak menutup pagi itu dengan suasana ringan, tetapi meninggalkan pesan yang dalam: Bahwa demokrasi, seperti halnya pohon damar, hanya akan tumbuh kokoh bila akarnya menancap di bumi yang dijaga bersama.

Kehadiran para pimpinan lembaga negara, menteri, duta besar, kepala daerah, dan organisasi masyarakat dalam Green Democracy Fun Walk menunjukkan bahwa politik hijau kini bukan lagi wacana, melainkan gerakan moral bersama.

Funwalk Green Democracy DPD RI memiliki tujuan yang sederhana, yakni memasyarakatkan atau mensosialisasikan eksistensi Dan peran lembaga DPD RI serta gagasan Green Democracy. Green Democracy adalah gagasan inovasi politik yang mendorong tercapainya tujuan-tujuan bernegara secara berkebudayaan Dan berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini adalah bagian dari Pendidikan politik lembaga DPD RI sebagai institusi demokrasi. Dengan Green Democracy kami ingin menjelaskan Bahwa DPD RI adalah lembaga legislatif yang mewakili semua entitas di daerah, baik masyarakat daerah, pemerintah daerah hingga sumber daya hutan beserta semua kekayaan biodiversity di Daerah”, tegasnya.

Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu menyampaikan apresiasi kepada semua element bangsa yang turut mengambil bagian dalam kegiatan perdana lembaga DPD RI itu. Mari kita dukung terlibat aktif pada semua program prioritas pemerintahan president Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah hari ini kita menunjukan kepada Dunia bahwa bangsa kita bisa rukun, bisa guyub Dan mampu timbuh di tengah tantangan multidimensional. Karena modal utama pembangunan adalah kekompakan Dan persatuan semua element bangsa” ungkapnya.

Menurut pantuan media, turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala BKN, Wakil Menteri Pemuda Olahraga Taufiq Hidayat beberapa Kepala Daerah dan puluhan Duta Besar Negara Sahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses