Berdayakan Perempuan Pengusaha di Bidang Ekonomi Digital – UN Women dan Ant Foundation Luncurkan “Together Digital”

Program lima tahun ini akan diawali dengan proyek selama 27 bulan di China dan Indonesia.

 

Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) dan Ant Foundation mengumumkan peluncuran “Together Digital”, program lima tahun yang dirancang untuk mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dimiliki atau dikelola oleh perempuan, serta memberdayakan mereka untuk berpartisipasi dan berkembang dalam ekonomi digital.

“Together Digital” mendukung perempuan pengusaha UMKM untuk berpartisipasi dan berkembang di ekonomi digital.

“Program Together Digital akan memanfaatkan kepakaran UN Women dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, serta jaringan luas dan rekam jejak Ant Foundation dalam kewirausahaan dan pemberdayaan digital,” kata Sarah Knibbs, Deputy Regional Director, UN Women Regional Office for Asia and the Pacific, Kamis ( 21/07/2022).

“Kami menyambut baik kemitraan dengan Ant Foundation yang juga menaruh perhatian pada pemberdayaan digital perempuan,” ungkapnya.

“Semangat kewirausahaan adalah tentang pola pikir positif dan resiliensi, memecahkan masalah dan meraih impian. Perempuan pengusaha selalu menghadapi tantangan yang lebih besar, dan semangat kewirausahaan sangat penting untuk mengatasi hal tersebut,” kata Sabrina Peng, Executive Vice Chairwoman, Ant Foundation, pada kesempatan yang sama.

“Bersama dengan UN Women, kami berharap dapat memperluas kesempatan untuk berkembang bagi perempuan pengusaha, dan mendukung mereka untuk mencapai potensi seutuhnya di tingkat global,”tambahnya.

Menurut Global Entrepreneurship Monitor, perempuan pengusaha mencakup hingga sepertiga dari keseluruhan bisnis yang beroperasi di dunia Namun, UN Women menemukan bahwa mayoritas mereka yang berada di ekonomi berkembang dan transisi, masih terbatas pada usaha kecil yang sering kali beroperasi di ekonomi informal.

World Bank mencatat bahwa pada 2021, perempuan mencakup 54 persen dari mereka yang dikecualikan dari ekonomi digital, dan perempuan pengusaha juga menghadapi lebih banyak tantangan dibandingkan laki-laki dalam mengakses pasar dan keuangan.

Dengan latar belakang tersebut, program Together Digital bertujuan untuk mengurangi kesenjangan gender dalam akses terhadap teknologi digital, dan mendukung pemberdayaan digital perempuan. Melalui pelatihan, akses terhadap pasar dan sumber daya, seperti pendanaan dan kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan, program ini akan mendukung perempuan pengusaha UMKM dalam membangun, mempertahankan, dan mengembangkan usaha mereka di era digital.

Proyek dari Program Together Digital tersebut telah dimulai di China dan Indonesia dan akan berlangsung selama 27 bulan.

Program tersebut juga akan membangun jaringan regional yang terdiri dari tokoh dan pemimpin di sektor digital, termasuk di tiga area kerja utama, yaitu: (i) meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha di China untuk mengakses pasar dan layanan keuangan; (ii) meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha UMKM di Indonesia melalui pelatihan dan pendampingan, serta peningkatkan akses terhadap peluang pendanaan; dan (iii) membangun jaringan regional lintas sektor yang terdiri dari tokoh penggerak dan pemimpin untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan pendampingan, dalam mendorong pemberdayaan digital perempuan di kawasan Asia Pasifik.

Di tingkat regional, jaringan yang terbentuk dari program Together Digital akan mengumpulkan tokoh penggerak dan pemimpin di sektor teknologi, inovasi, dan keuangan, untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan pendampingan untuk mendorong pemberdayaan digital perempuan.

Anggota dari jaringan ini direkrut berdasarkan tiga pilar: Kepemimpinan, Keuangan, dan Inovasi. Dengan dukungan UN Women, mereka akan membuat komitmen berbasis program, kebijakan, filantropi, maupun advokasi, untuk mendukung pemberdayaan digital perempuan.

Di China, program ini akan membekali perempuan pengusaha UMKM dengan kapasitas untuk mengakses pengembangan keterampilan digital dan kewirausahaan yang berperspektif gender, serta akses terhadap pasar dan layanan keuangan yang lebih baik.

Smriti Aryal, Country Representative, UN Women China mengatakan “UN Women China menyambut baik kerja sama dengan Ant Foundation untuk mendukung UMKM yang dimiliki atau dikelola oleh perempuan – kekuatan penggerak yang tidak boleh diabaikan dalam ekonomi digital. Rencana 5 Tahunan ke-14 Pemerintah China memberikan kesempatan besar untuk membuat perubahan transformatif terhadap kehidupan perempuan dan anak perempuan. “

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan perempuan dan memelihara pembangunan inklusif berkualitas. Diawali di Chengdu dan Changsha, kami juga akan bekerja sama dengan mitra strategis untuk mendirikan dua pusat promosi UMKM perempuan untuk meningkatkan pertukaran kesempatan antar pengusaha, baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Smriti Aryal.

Sementara  di Indonesia, program tersebut akan memberikan kesempatan pelatihan keterampilan kewirausahaan dan digital kepada perempuan pengusaha dan pemilik usaha ultra-mikro, mikro, dan kecil.

Pada tahap awal, program akan dimulai di Jabodetabek dan Lombok. UN Women Indonesia akan bekerja sama dengan sektor publik dan swasta, Badan PBB lainnya, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat ekosistem bagi perempuan pengusaha yang paling rentan, termasuk perempuan dengan disabilitas, untuk mengakses pengembangan keterampilan dan pendanaan awal, serta akses terhadap pasar yang lebih baik.

Program ini bertujuan untuk memperkuat agensi dan membangun kapasitas kewirausahaan perempuan sebagai bagian dari upaya pemulihan nasional dari COVID-19.

“Teknologi adalah pendorong besar yang memberikan kesempatan besar yang terus berkembang bagi perempuan untuk aktif secara ekonomi, terutama di tengah dunia yang semakin digital,” ucap Jamshed Kazi, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN.

“Namun, kesenjangan gender digital masih menghambat perempuan untuk berpartisipasi secara bermakna dan mendapatkan manfaat dari ekonomi digital,” jelasnya.

“Melalui kemitraan dengan Ant Foundation, kami akan memberdayakan lebih banyak perempuan dengan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan tantangan saat ini, dan secara bersamaan juga memberikan akses terhadap kesempatan baru yang membuka jalan untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Program ini juga sejalan dengan prioritas Presidensi G20 Indonesia, yang akan terus didukung oleh UN Women,” tambah Jamshed Kazi.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.