ARTOTEL Mangkuluhur Gelar Pameran Tunggal Kesunyian Renaisans

Djulkarnain, GM ARTOTEL Mangkuluhur (kiri), Windi Salomo, Artistic Director ARTOTEL, dan Bill Lohdor.

EKSEKUTIF.com — ARTOTEL Mangkuluhur Gelar Pameran Tunggal Kesunyian Renaisans.

Serial Berulang (siklus hidup).

ARTOTEL Suites Mangkuluhur — Jakarta kembali menghadirkan pameran seni tunggal bagi para tamu hotel berbintang lima di kawasan Jembatan Semanggi itu.

Kali ini untuk menambah warna baru dan menginspirasi lewat sentuhan karya seniman lokal, Bill Mohdor.

Pameran ini bertajuk “Silence of The Renaissance” dan digelar dari Kamis, 14 September hingga 8 Oktober 2023 di ARTSPACE, ARTOTEL Suites Mangkuluhur – Jakarta.

Karya agung Bill Lohdor.

 

 

 

 

 

 

Bill Mohdor dikenal tidak hanya sebagai seniman namun juga sosok influencer seni dengan ciri tersendiri di dunia seni, yaitu sebagai seniman eksploratif.

Di bidang ini ia telah sampai level mampu mendekonstruksi suatu objeknya secara liar sehingga tak jarang objek-objek itu tampil abstrak dengan sapuan warna acak yang cuma tampak bagian esensialnya saja.

Di pameran ini Bill Mohdor mempersembahkan 13 buah karya seni.

Kesunyian Era Renaisans

Dalam “Silence of The Renaissance”, Bill Mohdor memulai perjalanan menawan melalui koleksi lukisan yang terinspirasi oleh patung klasik Renaisans yang abadi.

Pameran ini tidak hanya sekedar menampilkan karya seni di depan mata kita, namun juga menyampaikan pesan yang lebih dalam tentang makna seni yang sebenarnya.

Pada intinya, pameran ini berkisar pada “teka-teki Renaisans” yang gabungkan elemen-elemen dengan tafsiran filosofis pada lapisan seni yang lebih dalam. Ini menyampaikan ajakan pada kita semua, untuk mendorong eksplorasi estetika yang telah pudar tidak jelas di tengah seni kontemporer yang tak terbatas. Ini adalah seruan agar kembali ke akar seni klasik sebagai hakikat dari seni yang sebenarnya.

Meskipun pameran ini mungkin tampak sebagai upaya yang menyenangkan, namun hal ini merangsang pikiran dan punya tujuan yang lebih serius.

Di era ekspresi artistik yang relatif tak terkendali ini, Bill mengingatkan ke kita akan pentingnya aspek presisi, perhatian pada detail, dan komitmen teguh terhadap bentuk yang terinspirasi oleh seniman Renaisans.

Putih rangkap putih (suci).

“Silence of The Renaissance” membawa pesan bahwa keindahan seni tidak semata-mata ditemukan dalam kebebasan tanpa batas, tetapi juga dalam dedikasi yang menghasilkan karya agung yang tak lekang oleh waktu.

Kreasi Mohdor mendapat inspirasi dari kontemplasi karya-karya kuno yang menakjubkan, termasuk Venus, Dionysus, dan patung-patung Renaisans yang memukau lainnya.

Karya-karya ini memancarkan keindahan dan kemurnian yang menjadi ciri khas zaman Renaisans. Mereka adalah jendela ke masa lalu yang mengingatkan kita akan kekuatan dan kemegahan seni klasik.

Dengan “Silence of The Renaissance,” Bill Mohdor tidak hanya membuat sebuah pameran seni namun juga mengatur perjalanan melintasi waktu.

Dia membawa kita dari eksperimen seni kontemporer untuk merangkul keindahan klasik dan dedikasi artistik yang mendalam di masa lalu.

Pameran ini merupakan sebuah gaung pemikiran yang menyerukan untuk memahami makna seni yang sebenarnya, sebuah pesan yang tidak terdengar dalam kebisingan kebebasan seni modern yang tak terbatas.

Komitmen Seni ARTOTEL

“Kami sangat berkomitmen untuk memastikan bahwa para tamu ARTOTEL Suites Mangkuluhur – Jakarta merasakan pengalaman yang tak terlupakan.”

“Semua ini dapat mendorong inovasi dan eksplorasi baru dalam bidang seni, sehingga seni rupa Indonesia dapat terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman.”

“Dengan hadirnya ARTSPACE dan kolaborasi spesial dengan Bill Mohdor, kami berharap dapat menghadirkan inspirasi melalui seni,” ujar Djulkarnain, General Manager ARTOTEL Suites Mangkuluhur – Jakarta.

Pameran seni “Silence of The Renaissance” karya Bill Mohdor terbuka bagi seluruh penikmat seni. Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian karya seni dapat menghubungi ARTOTEL Suites Mangkuluhur – Jakarta di nomor (+6221) 5268833.

Hitam berlatar hitam (realitas).

BACA JUGA: majalah MATRA edisi September 2023, klik ini

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pasang Iklan? Chat Sekarang