Akamai  Hadirkan Pendekatan Zero Trust  dalam Mencegah Berbagai Serangan Siber yang Makin Canggih di Masa Depan

 

Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun di sisi lain hal itu memicu para penjahat siber untuk  melakukan berbagai kejahatan siber.

Para penjahat siber terus mencari berbagai peluang baru untuk menerobos data perusahaan melalui beragam serangan yang semakin canggih.

Oleh karena itu  organisasi/perusahaan di tanah air harus memastikan agar data dan para pelanggan mereka terlindungi dari gangguan penjahat siber. Menurut  analisa  Akamai, solusi terpercaya di dunia untuk perlindungan dan penyediaan pengalaman digital mengungkapkan bahwa lebih dari 300 terabyte data  terjadi serangan baru setiap harinya.

Hal itu terungkap dalam paparan Sidharth Pisharoti, Regional Vice President, Akamai Technologies – India, South East Asia and APJ Carrier, bertajuk “The Business Value of the Edge in the Digital – First World”, yang dilakukan secara virtual, Rabu ( 08/12/2021).

Lebih jauh Sidharth  menjelaskan bahwa sebagai platform edge terbesar dan paling tersebar di dunia, Akamai menganalisa dan mencatat sejumlah vektor serangan yang memecahkan rekor seperti :

  • Serangan Distributed-Denial-of-Service (DDoS): Akamai memitigasi 1900+ serangan DDos pada Q1 2021, menandai kenaikan sebesar 34% year-on-year
  • Credentialabuse: 63 miliar serangan credential abuse diidentifikasi pada Q1 2021, meningkat tajam sebesar 133% year-on-year
  • Serangan di layeraplikasi: Lebih dari 2 miliar peringatan Web Access Firewall (WAF) dipicu pada Q1 2021, melonjak 70% year-on-year

Angka-angka di atas menunjukkan bahwa berbagai organisasi/perusahaan harus beralih dari strategi pertahanan perimeter tradisional dan mulai melindungi aplikasi-aplikasi internal mereka seperti halnya mereka melindungi aplikasi eksternal.

Oleh karena itu menurut  Sidharth, Akamai merekomendasikan agar organisasi/perusahaan di Indonesia menerapkan pendekatan Zero Trust untuk mencegah serangan siber.

Zero Trust adalah sebuah model keamanan jaringan  yang menggunakan prinsip ‘least privilege’ berbasis proses verifikasi identitas yang ketat. Kerangka kerja yang digunakan memastikan bahwa hanya pengguna dan perangkat resmi yang terotentikasi dapat mengakses aplikasi dan data. Pada saat yang sama, ini melindungi aplikasi dan pengguna dari berbagai serangan online canggih,” ungkap Sidharth, dalam paparannya menjelaskan.

Dengan demikian, Akamai memastikan bahwa perusahaan-perusahaan dapat menghadirkan pengalaman digital berkualitas tinggi dengan aplikasi-aplikasi yang berjalan secara mulus dan tanpa gangguan.

Ini mencakup kemampuan untuk mempercepat penyediaan konten web dengan membawanya lebih dekat ke para pengguna. Ini sangat penting dengan pertimbangan bahwa banyak negara termasuk Indonesia membatasi mobilitas masyarakat dan menerapkan pembatasan kegiatan publik agar bisa secara efektif mencegah penularan COVID-19.

Berbagai pembatasan tersebut telah mengarahkan pada normal baru yakni gaya kerja hybrid (hybrid work) yang memerlukan pendekatan keamanan Zero Trust.

Dalam era ketika data digunakan lebih dekat dengan tempat data dikumpulkan untuk membuat keputusan, tantangan terbesar bagi sebuah perusahaan adalah melindungi data mereka dari kemungkinan ancaman-ancaman siber.

Sangat penting bagi mereka untuk mempertimbangkan penerapan Edge di samping Zero Trust sehingga sisi keamanan menjadi lebih dekat kepada pengguna dan aplikasi. Hal ini memastikan pengalamanan pengguna yang mulus dan aman dengan latensi yang lebih rendah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pasang Iklan? Chat Sekarang