EKSEKUTIF.com — Prabowo Dukung Percepatan Pembangunan Bandara Bali Utara di darat Kubutambahan Masuk Jalur Strategis
Pemerintah kembali mendorong percepatan pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Utara di darat sebagai bagian dari upaya memperluas pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Pulau Bali.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari), Baringin Panggabean, di Kediaman Presiden di Hambalang, Jawa Barat, pada hari Selasa (14/7/2026).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden menerima pemaparan mengenai perkembangan proyek bandara yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Presiden memberikan dukungan agar proyek tersebut dapat dipercepat realisasinya. Pemerintah memandang kebutuhan terhadap bandara internasional kedua di Bali semakin mendesak seiring meningkatnya arus wisatawan dan keterbatasan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Dalam diskusi, Presiden disebut menaruh perhatian pada aspek teknis proyek. Salah satu hal yang ditanyakan ialah kesiapan bandara untuk melayani pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 777 maupun Airbus A380.
Menanggapi hal itu, Baringin Panggabean menjelaskan bahwa rancangan bandar udara sejak awal telah disusun agar mampu mengakomodasi operasional pesawat berbadan lebar.
Desain tersebut mengacu pada studi kelayakan yang telah memperoleh persetujuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.
Proyek Bandar Udara Internasional Bali Utara di darat diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp18-20 triliun. Seluruh pembiayaan dirancang berasal dari investasi swasta sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kawasan Pertumbuhan Baru
Model pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Bali yang selama ini berkembang lebih lambat dibanding kawasan selatan.
Kehadiran bandara baru dipandang sebagai instrumen untuk mendistribusikan aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong berkembangnya sektor pariwisata dan jasa di Kabupaten Buleleng dan wilayah sekitarnya.








