Greenfields Indonesia Tegaskan Komitmennya Dukung Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat  Saat  Peringati Hari Susu Sedunia 2023

 

Bertempat di peternakan pertamanya yang terletak di dataran tinggi Malang, Jawa Timur, PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields Indonesia) menggelar acara peringatan “Hari Susu Sedunia 2023” guna memperkuat kesadaran dan kerja sama seluruh pihak dalam mengedepankan peranan penting industri susu bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Hari Susu Sedunia” diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk menggarisbawahi peranan industri susu dalam menyokong 3 pilar, yaitu: (1) meningkatkan status nutrisi masyarakat, (2) memastikan keberlanjutan lingkungan lewat proses produksi yang bertanggung jawab, dan (3) memajukan kesejahteraan masyarakat dan komunitas. Namun nyatanya, Indonesia masih mengalami sejumlah tantangan dalam mewujudkan ketiga pilar tersebut.

Terkait pilar pertama, sangat disayangkan bahwa meski cenderung membaik tiap tahunnya, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih rendah (16,27 kg per kapita per tahun dan tertinggal dari negara-negara tetangga. Padahal kandungan protein hewani di dalam susu berperan penting untuk mendorong kecukupan nutrisi kita setiap hari, bahkan disarankan untuk rutin diminum setidaknya dua kali sehari.

Hal ini turut ditegaskan oleh  Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI  dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Konsumsi protein perkapita masyarakat Indonesia sudah di atas standar nasional yaitu 62,2 gram dari standar nasional 57, tetapi konsumsi sumber protein hewani, salah satunya susu dan produk olahannya masih rendah. Konsumsi susu dapat meningkatkan kecukupan gizi. Susu mengandung protein, kalsium, serta vitamin dan mineral yang banyak dibutuhkan oleh tubuh serta memperkuat sistem imunitas. “

“Kementerian Kesehatan berfokus pada edukasi dalam mencegah masalah gizi melalui pendekatan siklus hidup dimulai dari masa anak-anak dan remaja guna mendukung peningkatan tumbuh kembang. Kementerian Kesehatan menyampaikan apresiasi kepada Greenfields Indonesia atas peran serta dalam pemenuhan kecukupan gizi bagi masyarakat dengan produk protein hewani berkualitas dan industri yang ramah lingkungan,” jelas Budi Sadikin, Selasa (30/05/2023 ).

Kami berharap Greenfields dapat terus berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer dengan menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Selamat memperingati hari susu sedunia. Mari bersama-sama melangkah maju untuk mendukung Indonesia yang lebih baik,” tambah Budi.

Tidak hanya itu, agar dapat terus mendukung status nutrisi masyarakat, jumlah Produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) masih sangat perlu untuk ditingkatkan, mengingat saat ini jumlahnya masih sangat kurang, sehingga Indonesia masih mengandalkan impor (80%) untuk memenuhi kebutuhan susunya.

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur mengatakan, “Pada kondisi normal sebelum penyakit mulut dan kaki (PMK), kebutuhan susu segar harian Industri Pengolah Susu (IPS) Jawa Timur berjumlah 2.000 ton, namun baru terpenuhi sebesar 1.400 ton dan masih defisit sebanyak 600 ton. Sehingga Jawa Timur masih melakukan impor bahan baku industri susu berupa skim milk powder, whole milk powder dan full milk powder sebanyak 342.000 ton per tahun.’

“Peningkatan populasi sapi perah untuk meningkatkan produksi susu segar kian dibutuhkan terlebih akibat wabah PMK. Peringatan Hari Susu Sedunia oleh Greenfields indonesia menjadi salah satu upaya untuk mendorong peternak agar tetap berdedikasi dalam beternak sapi perah penghasil susu segar. Selain itu, kami juga menyadari pengendalian PMK tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, keterlibatan stakeholder lain juga sangat diperlukan. Kami mengapresiasi Greenfields Indonesia yang telah banyak membantu dalam upaya pengendalian PMK melalui penerapan maksimum biosecurity dan pengawalan vaksinasi pada sapi perah karena sangat membantu pemerintah memulihkan ekonomi peternak sapi perah, ” jelas Khofifah.

Perihal peranan industri susu untuk mendorong dua pilar lainnya, yaitu keberlanjutan lingkungan lewat proses produksi yang bertanggung jawab dan kesejahteraan masyarakat dan komunitas, Dr. Ir. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, IPM, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB University memaparkan, “Sebagai komoditas pangan penting, susu tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan, tetapi juga ke sektor lainnya seperti sosial, maupun ekonomi dengan keberadaan peternakan dan pabriknya.“

“Oleh karenanya, agar dapat memainkan peranan secara optimal, industri susu juga harus mampu menyokong keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kedua hal tersebut umumnya tercantum pada tata laksana pengelolaan ternak sapi perah atau good dairy farming practice (GDFP) yang wajib dipenuhi dan dipastikan kelayakannya oleh para peternak maupun produsen, antara lain meliputi kesehatan hewan, proses pemerahan, pakan, hingga kesejahteraan hewan dan lingkungan. Sepanjang pengamatan saya, GDFP ini masih belum sepenuhnya diterapkan dengan baik oleh sebagian peternak maupun produsen di Indonesia, padahal langkah ini sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan, dan juga kelestarian lingkungan,” lanjut Epi.

Memahami hal tersebut, sungguh membanggakan bahwa tiga pilar penting yang terangkum dalam peringatan “Hari Susu Sedunia” sangat sejalan dengan komitmen Greenfields Indonesia yang selalu #BeraniEXTRA menyediakan nutrisi terbaik tanpa kompromi melalui produk-produk berkualitas yang diproduksi secara bertanggung jawab di peternakannya sendiri yang terbesar di Indonesia, sembari turut berkontribusi menopang ketahanan pangan nasional, kesejahteraan komunitas lokal, dan terwujudnya ekonomi sirkular di seluruh lingkungan fasilitasnya.

Andre Rompis, CEO Greenfields Indonesia menjelaskan, “Greenfields Indonesia bermula dari bisnis peternakan yang didirikan oleh para profesional di bidang agrobisnis pada 1997 lalu, sehingga kami sangat memahami pentingnya mengelola dan menjaga kenyamanan seluruh sapi kami yang saat ini berjumlah lebih dari 19.000 ekor, dari jenis Holstein dan Jersey. Kami menjalankan ‘Greenfields Farming Philosophy’, best practice dairy farming management yang menjamin baiknya kuantitas dan kualitas produk mulai dari peternakan, proses produksi hingga tiba di tangan konsumen. Seluruh rangkaian proses produksinya dikawal oleh para ahli dan tenaga profesional terpercaya.”

Andre melanjutkan bahwa konsistensi dari komitmen tersebut melahirkan happy cows yang memiliki produktivitas tinggi, mencapai hingga 34 liter per sapi, atau hampir tiga kali lipat dari rata-rata produktivitas sapi dari peternakan lain. Pada akhirnya, rata-rata produksi susu sapi segar Greenfields Indonesia tiap tahun mencapai hingga 97 ribu ton atau kurang lebih 10% dari total produksi SSDN 2022. Prestasi lainnya adalah dengan penerapan biosecurity yang ketat, sapi-sapi di kedua peternakan Greenfields Indonesia dapat terhindar dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Setiap rangkaian proses produksi yang dijalankan oleh Greenfields Indonesia juga dilakukan penuh dengan tanggung jawab, berpihak pada lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat dan komunitas lokal.

Heru Setyo Prabowo, Head of Dairy Farm Development & Sustainability, Government, Environment and Safety Farm Greenfields Indonesia juga turut berbagi, “Beberapa langkah kami dalam melestarikan lingkungan di antaranya adalah dengan memanfaatkan solar panel sebagai tambahan pasokan energi, menggunakan kandang konsep kandang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak menciptakan gas rumah kaca, pengolahan air bekas pembersihan kandang agar bisa digunakan untuk pembersihan selanjutnya, hingga melakukan pengolahan kotoran sapi menjadi listrik biogas dan juga pupuk.”

“Untuk pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan ekonomi sirkular, kami telah melaksanakan berbagai program, salah satu yang banyak diminati adalah Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG) yang telah berjalan hampir 16 tahun. Dari 220 mitra peternaknya, rata-rata KSG menghasilkan 15 ton susu per hari atau sejumlah Rp108 juta per hari. Selain itu, kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menyediakan pakan bagi seluruh sapi kami. Setiap tahunnya transaksi untuk kebutuhan rumput odot mencapai Rp7,5 miliar sedangkan tebon jagung mencapai lebih dari Rp100 miliar.”

Greenfields Indonesia menyediakan beragam varian produk olahan susu seperti fresh milk, UHT (terbuat lebih dari 50% fresh milk), fresh yoghurt yang bakteri baiknya masih hidup, hingga fresh cheese dengan berbagai varian. Selain itu, sebagai pemimpin pasar dalam kategori fresh milk dengan market share lebih dari 50%, Greenfields Indonesia juga terus mengedepankan edukasi untuk mengajak masyarakat rutin mengonsumsi susu segar, salah satunya melalui kampanye #StartFresh yang baru-baru ini diluncurkan.

Pada akhirnya, di Hari Susu Sedunia 2023, Greenfields Indonesia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang serta Pemerintah Kabupaten Blitar yang senantiasa mendukung langkah Greenfields Indonesia selama 26 tahun. “Berkat dukungan mereka, kami dapat secara konsisten memproduksi susu segar bernutrisi dan berkualitas tinggi. Bersama-sama, kita akan terus berkolaborasi mendukung peranan industri susu demi menyokong kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutup Andre.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.