F5 Mengintegrasikan F5 AI Guardrails dengan NVIDIA NeMo Guardrails untuk Memperkuat Runtime Security Aplikasi Enterprise AI

Integrasi baru ini membantu menegakkan centralized policy di seluruh aplikasi AI untuk mempercepat implementasi enterprise AI

 

 F5, pemimpin global dalam delivery dan pengamanan tiap aplikasi dan API, baru-baru ini memperkenalkan F5 AI Guardrails yang terintegrasi dengan NVIDIA NeMo Guardrails, solusi AI-native yang menghadirkan kemampuan keamanan AI kelas enterprise dari F5 ke dalam aplikasi AI di fase production.

Keamanan tetap menjadi kendala utama bagi perusahaan dalam membawa AI dari fase uji coba ke fase production. Organisasi yang menerapkan berbagai model dan framework AI di infrastruktur hybrid multicloud kini menghadapi masalah berupa kontrol keamanan yang terfragmentasi atau terpisah-pisah, penegakan policy yang tidak konsisten, dan celah dalam governance (tata kelola) yang semakin melebar seiring makin bertambahnya aplikasi-aplikasi AI baru.

Meskipun sebagian besar framework AI telah dilengkapi fitur keamanan dasar, kontrol tersebut umumnya masih tertanam di dalam masing-masing aplikasi, alih-alih ditegakkan secara terpusat. Akibatnya, tim keamanan dan compliance harus bersusah payah menyatukan visibility dari berbagai tools dan aplikasi tanpa adanya satu platform terpusat untuk memeriksa trafik AI, menerapkan policy, atau mengaudit seluruh aktivitas yang terjadi.

Integrasi F5 AI Guardrails dengan NVIDIA NeMo Guardrails menghadirkan keamanan dan governance yang terpusat serta konsisten di berbagai aplikasi AI dengan memisahkan penegakan keamanan dari framework AI.

Organisasi dapat melakukan standardisasi di NVIDIA NeMo Guardrails, sementara F5 AI Guardrails melakukan inspeksi keamanan pada prompt dan respons LLM, menerapkan policy enterprise secara terpusat tanpa harus melakukan perubahan pada aplikasi AI yang ada. Hasilnya adalah sebuah arsitektur berlapis di mana framework library, microservices, orkestrasi, dan fungsi keamanan dapat menjalankan perannya masing-masing secara optimal dan berkembang secara independen.

“Perusahaan tidak kekurangan aplikasi AI. Mereka kekurangan keamanan dan governance yang konsisten di seluruh aplikasi tersebut,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5, Rabu ( 19/08/2026 ).

“Saat AI memasuki fase production, kontrol yang terfragmentasi menimbulkan risiko, kompleksitas, dan penundaan. Integrasi ini memberi tim keamanan satu titik terpadu untuk memeriksa AI traffic, menerapkan policy, dan mengelola aplikasi-aplikasi AI di seluruh environment mereka, sekaligus memberikan kebebasan bagi para developer untuk terus berinovasi,” tambahnya. 

Inspeksi centralized security untuk AI di fase production

F5 AI Guardrails mengamankan AI system dengan memeriksa prompt dan respons antara pengguna dan aplikasi, dan membantu mencegah prompt injection, PII exposure (paparan data pribadi), kebocoran data, dan output berbahaya. Kebijakan keamanan diterapkan secara terpusat, tidak tertanam di setiap aplikasi AI, sehingga organisasi dapat menegakkan standar keamanan enterprise tanpa perlu mengubah kode aplikasi. Kemampuan-kemampuan utamanya meliputi:

  • Pemeriksaan prompt dan respons: Policy keamanan ditegakkan di AI traffic secara real time, yang membantu mendeteksi dan mengurangi prompt injection, penyebaran data tanpa izin, dan output berbahaya sebelum sampai ke pengguna atau downstream systems.
  • Penerapan centralized policy: Tim keamanan menerapkan dan mengelola berbagai policy AI security di seluruh aplikasi dari satu tempat, tanpa menulis ulang kode aplikasi atau memodifikasi workflow.
  • Visibility yang konsisten di seluruh aplikasi AI: Satu tampilan terpadu atas perilaku aplikasi AI di berbagai model, framework, dan unit bisnis memungkinkan tim keamanan memonitor, mengaudit, dan mengambil tindakan dari satu lapisan operasional.
  • Arsitektur berlapis yang independen: Lapisan pemeriksaan keamanan F5 bekerja di atas framework NVIDIA AI. Setiap komponen dapat di-update, ditingkatkan skalanya, atau digantikan secara mandiri seiring perubahan kebutuhan.

Pendekatan ini menghilangkan ketegangan antara kecepatan pengembangan dan persyaratan keamanan, memungkinkan tim platform AI untuk bergerak cepat melakukan orchestration, sementara tim keamanan mempertahankan kendali mandiri atas pemeriksaan, policy, dan governance. Dengan solusi ini, kedua belah pihak tidak perlu lagi saling menunggu.

“NVIDIA NeMo Guardrails menyediakan framework yang terbuka dan programmable untuk menerapkan policy keselamatan dan keamanan pada aplikasi AI,” kata Ash Bhalgat, Senior Director, AI Networking and Security Solutions, Ecosystem and Marketing, NVIDIA.

“Integrasi dengan F5 AI Guardrails memperluas jangkauan perlindungan yang dapat dimanfaatkan oleh pelanggan untuk mengamankan prompts dan respons LLM saat mereka membawa AI agent ke fase production.”

Arsitektur terbuka yang meningkat dengan adopsi AI

F5 AI Guardrails yang terintegrasi dengan NVIDIA NeMo Guardrails melindungi aplikasi AI, terlepas dari apa pun large language model yang mendasarinya. Organisasi dapat berganti model, menambahkan aplikasi AI baru, atau berekspansi di seluruh unit bisnis, dengan tetap mempertahankan pemeriksaan keamanan dan penegakan policy yang konsisten. Seiring dengan meningkatnya penggunaan AI, aspek keamanan didesain untuk bertumbuh selaras dengan hal itu, alih-alih menghambatnya.

“Saat perusahaan membawa AI ke fase production, infrastruktur penopangnya menjadi faktor pembeda utama dalam daya saing. Equinix menyediakan fondasi yang netral dan saling terhubung agar AI dapat berjalan dalam skala besar, yang menyatukan infrastruktur privat, multi-cloud, dan ekosistem AI yang kaya, “kata Maryam Zand, VP, Ecosystem Development, Equinix.

“Kolaborasi kami dengan F5 memperluas penegakan keamanan dan policy yang konsisten di seluruh distributed environment tersebut, sehingga memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan skala AI dengan percaya diri tanpa mengorbankan kinerja, kedaulatan data, dan fleksibilitas pilihan,” tambahnya.

“Meskipun perusahaan mengadopsi AI secara pesat, mengembangkannya dalam skala besar masih menjadi tantangan yang signifikan. Red Hat AI Factory with NVIDIA adalah solusi AI kelas enterprise hasil rancangan bersama yang membantu organisasi membangun, mengimplementasikan, dan meningkatkan skala AI workload secara lebih mulus, di mana pun bisnis membutuhkannya. Integrasi terbaru F5 AI Guardrails dengan NVIDIA NeMo Guardrails ini memperluas runtime protection untuk membantu pelanggan mengimplementasikan dan mengembangkan skala AI dengan penuh percaya diri menggunakan Red Hat AI Factory with NVIDIA,” kata Ryan King, Vice President, AI and Infrastructure Partners, Red Hat.

“Kesuksesan enterprise AI tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang kuat – melainkan juga pada upaya membangun kepercayaan sebelum aplikasi masuk ke fase production. Melalui AI Proving Ground WWT dan kolaborasi kami dengan NVIDIA, pelanggan dapat memvalidasi arsitektur AI sebelum diimplementasikan. Integrasi F5 AI Guardrails dengan NVIDIA NeMo Guardrails ini semakin memperkuat pendekatan tersebut dengan menambah governance AI berbasis policy dan runtime protection, yang membantu organisasi mengimplementasikan agentic AI secara aman dan penuh percaya diri,” kata Chris Konrad, Global VP, AI and Cyber, WWT.

 

 

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL