F5 (NASDAQ: FFIV), pemimpin global dalam menghadirkan dan mengamankan setiap aplikasi dan API, baru-baru ini mengumumkan bahwa Gartner® menempatkan F5 dalam kuadran Market Shapers pada September 2026 Emerging Market Quadrant untuk AI Application Security—menjadikan F5 satu dari hanya dua vendor yang diakui pada posisi tersebut.
Menurut Gartner, vendor yang dievaluasi dalam Emerging Market Quadrant untuk AI Application Security dinilai berdasarkan dua aspek: potensi market disruption dan potensi eksekusi.

“Perusahaan kini tidak sedang menjalankan AI di dalam laboratorium. Mereka menjalankannya di dalam jaringan yang teregulasi, di balik API, serta melalui agent yang melakukan autentikasi dan bertindak secara mandiri,” ujar John Maddison, Chief Marketing Officer, F5, Senin ( 19/10/2026).
“Perusahaan tidak dapat membangun security posture mereka hanya dengan menggabungkan puluhan point products yang terpisah-pisah. Lebih dari 40 vendor bersaing untuk mengamankan enterprise AI, dan sebagian besar dari mereka hanya menyelesaikan satu bagian kecil dari permasalahan tersebut,” tambah Maddison.
Menurut pandangan kami, posisi F5 di kuadran Market Shapers memberikan konfirmasi atas keyakinan yang lugas: pemimpin keamanan tidak dapat mengendalikan apa yang tidak dapat mereka lihat, dan AI tidak dapat diamankan dari luar ke dalam. F5 mengamankan AI di tempat perusahaan benar-benar menjalankannya,” jelasnya.
Mengamankan AI di Tempat Perusahaan Menjalankannya
Enterprise AI telah mengubah model security tradisional. Sistem AI saat ini beroperasi dengan akses, tingkat otonomi, dan kecepatan yang lebih besar dibandingkan kemampuan pengguna manusia, sementara kecepatan adopsinya melampaui kontrol yang dirancang untuk mengaturnya. F5 2026 State of Application Strategy Report menemukan bahwa 88% organisasi telah menghadapi setidaknya satu tantangan operasional atau keamanan terkait AI, dan 98% sedang bersiap menghadapi agentic AI.
Mengatasi berbagai tantangan tersebut membutuhkan lebih dari sekadar kumpulan point products. AI application security mencakup model dan aplikasi itu sendiri, agent yang bertindak atas nama pengguna, MCP server dan API yang menghubungkan semuanya, serta data yang dapat diakses. Untuk mengamankan area yang sangat luas tersebut dibutuhkan empat komponen penting:
- Platform komprehensif dengan centralized management di seluruh workflow AI.
- Kemampuan application security yang telah terbukti, diperluas ke agent-based control, dengan intent-aware access control dan continuous runtime monitoring untuk mengatur tindakan yang boleh dilakukan oleh agent yang otonom.
- Adversarial testing yang terhubung langsung dengan automated runtime defenses, sehingga temuan dari red teaming dapat diterapkan menjadi perlindungan yang diberlakukan dalam produksi.
- Implementasi yang aman dan air-gapped (dalam lingkungan yang terisolasi) khusus untuk sektor yang diawasi ketat regulasi dan mengutamakan sovereignty sebagai keharusan.
Dengan menyatukan berbagai kapabilitas tersebut, F5 membentuk pasar AI security sekaligus menghadirkan perlindungan yang substansial bagi para pemimpin keamanan. Pendekatan F5 didasarkan pada premis yang telah membentuk perusahaan sejak awal berdiri: keamanan harus berada di tempat traffic data mengalir.
Segala model call, tindakan agent, dan koneksi MCP melewati layer jaringan dan aplikasi, tempat F5 selama ini telah menghadirkan dan mengamankan aplikasi serta API bagi bank, operator telekomunikasi, pemerintahan, dan consumer brand terbesar di dunia.
Sudut pandang itulah yang memungkinkan F5 menyatukan governance, discovery, testing, runtime protection, dan observability—baik untuk generative AI maupun agentic AI—ke dalam sebuah continuous loop (Siklus berkelanjutan), alih-alih sebagai kumpulan tools yang terpisah. Kapabilitas tersebut juga dapat diterapkan di seluruh lingkungan hybrid multicloud, on-premises, air-gapped, private cloud, hybrid, dan public cloud, termasuk lingkungan yang mengharuskan data residency dan sovereignty secara mutlak.
Hal tersebut juga terlihat pada kinerja yang terukur. F5 AI Guardrails menunjukkan security efficacy (efektivitas keamanan) hingga 98,4% dalam pengujian independen, dengan menerapkan perlindungan secara inline pada titik interaksi, alih-alih memeriksanya setelah kejadian.
F5 AI Red Team menguji ketahanan sistem AI terhadap lebih dari 140.000 attack patterns yang berasal dari database ancaman AI terlengkap di industri, kemudian secara langsung mengubah temuannya menjadi runtime defenses yang dapat diterapkan. Dan karena F5 mendeteksi aktivitas AI di network layer, tim keamanan memperoleh visibilitas ke dalam setiap model call, agent, dan MCP—termasuk shadow AI—tanpa memerlukan satu pun integrasi aplikasi atau perubahan code.
“Pasar AI application security akan terkonsolidasi di sekitar vendor yang mampu beroperasi dalam skala enterprise, di lingkungan yang teregulasi, dengan traffic nyata dan konsekuensi nyata,” tambah Maddison.
“Pengalaman F5 selama 30 tahun di lingkungan yang demanding ini memberikan landasan bagi para pelanggan kami untuk membangun masa depan AI dengan percaya diri dan aman,” ujarnya.
Permintaan pelanggan terhadap solusi AI security F5 terus meningkat seiring dengan semakin lebarnya kesenjangan antara adopsi AI dan kontrol terhadap AI. Dalam laporan hasil pendapatan kuartal ketiga tahun fiskal 2026, F5 melaporkan bahwa jumlah pelanggan yang membeli solusi F5 untuk AI security meningkat dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Informasi lebih lanjut mengenai portofolio AI security F5 tersedia di f5.com/ai.






