EKSEKUTIF.com– Eramet Indonesia dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dukung pemberdayaan usaha perempuan Ultra Mikro (UMi) melalui program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) yang diinisiasi bersama YCAB.
Program ini berfokus pada pemberian pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi perempuan pelaku UMKM. Inisiatif ini selaras program global Women for Future milik Eramet, yang telah berhasil diimplementasikan di berbagai negara tempat Eramet beroperasi untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan.
Di Indonesia, program ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas wirausaha perempuan, khususnya di Jakarta dan Ternate dengan menggandeng YCAB – sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan pemuda dan perempuan melalui program pendidikan, dukungan ekonomi, dan inklusi digital.
Peluncuran resmi program ini berlangsung di Gedung SMESCO Jakarta yang dilakukan bersama oleh Menteri Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahhman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet serta Sekretaris Jenderal Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Adelle Odelia Tanuri.
Menteri UMKM Maman Adurrahman mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), jumlah pelaku UMKM di Indonesia hingga Mei 2025 tercatat mencapai 57 juta unit usaha, termasuk jenis usaha Ultra Mikro (UMi).
Menteri Maman juga menyoroti data bahwa 64,5% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, namun masih banyak tantangan yang dihadapi.
Ia menyebutkan bahwa 740 juta perempuan di seluruh dunia belum memiliki rekening bank, dan 73% perempuan di sektor usaha kekurangan akses mentor bisnis. Karena itu melalui program LAKSMI diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut.
“Program LAKSMi menjadi krusial karena perempuan memiliki peranan penting dalam mendorong perekonomian nasional melalui kontribusi mereka di sektor UMKM. Saat ini, sebanyak 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Ini bukan angka yang kecil, ini adalah kekuatan ekonomi yang nyata,” ungkap Menteri UMKM Maman dalam peluncuran LAKSMI (24/06/2025), di SMESCO -Jakarta.
Acara peresmian program LAKSMI juga dihadiri oleh Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi. Dalam sambutannya, ia yang menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan dalam mengurangi kekerasan berbasis gender. Dikatakan bahwa akar masalah kekerasan terhadap perempuan seringkali berkaitan dengan tekanan ekonomi, dan program seperti LAKSMI dapat membantu perempuan mencapai kemandirian ekonomi.
“Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif melalui program Eramet Beyond, kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.”
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap program ini dapat menjawab tantangan kompleks yang dihadapi perempuan pemilik UMKM, seperti keterbatasan akses ke mentor, modal, jaringan, serta ekspektasi sosial,” ujar CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet dalam keterangannya kepada media.
Dengan tingginya jumlah wirausaha perempuan, Jérôme menyampaikan harapannya agar kolaborasi melalui program LAKSMI dapat membantu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi wirausaha perempuan, sekaligus memperkuat kapasitas dan pemberdayaan mereka di seluruh Indonesia.
Hibah US$ 500 Setara Rp8 juta.
Pada tahap awal, program LAKSMI akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital secara daring kepada 600 wirausaha perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate.
Di akhir program, sebanyak 75 peserta yang terpilih nantinya menerima hibah masing-masing senilai US$ 500 atau setara Rp8 juta.Dana tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Proses seleksi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, seperti peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan digital, dan komitmen dalam mengembangkan usaha.
Sekretaris Jenderal YCAB Foundation Adelle Odelia Tanuri menyambut baik hadirnya kolaborasi dengan Eramet melalui kegiatan program LAKSMI. Program ini, kata dia, sangat sejalan dengan misi YCAB Foundation untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi.“Kami percaya pemberdayaan ekonomi perempuan bukan sekadar soal penghasilan, melainkan tentang menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Perempuan yang berdaya akan memberikan dampak langsung pada anak-anak mereka, memperkuat keluarga, dan membangun komunitas yang lebih tangguh. Dari situlah perubahan dimulai, dan rantai kemiskinan bisa diputus,” kata Adelle.







