Keterangan Foto ( ki-ka ) : Managing Director, Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto; Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, dan Head of Advisory and Digital Investment PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo
Salah satu pelopor perbankan digital di Indonesia, digibank by DBS telah meluncurkan fitur terbarunya yakni Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder, melalui kampanye #SemuaPastiBisa. Peluncuran fitur terbaru tersebut seiring dengan komitmen digibank untuk mewujudkan intelligent way of banking, dengan terus memperkaya fiturnya untuk memberikan layanan keuangan yang lengkap, terpadu, mudah, dan aman sehingga nasabah dapat lebih menikmati hidup sesuai misi Bank DBS Indonesia yakni Live more, Bank less.
Fitur terbaru Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder memungkinkan pengguna digibank by DBS untuk dapat berinvestasi dengan mudah, cepat dan aman.
Dengan peluncuran dua fitur terbaru dari digibank by DBS tersdbut , nasabah memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola keuangan, serta terdorong untuk berinvestasi juga. Mengingat banyaknya instrumen investasi yang ada, digibank by DBS mempermudah nasabah dalam menentukan investasi yang aman, minim risiko, dan likuid sehingga dapat digunakan sebagai dana darurat dalam keadaan mendesak.
“Oleh karena itu, kami meluncurkan dua fitur baru yakni Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di era new normal,” ujar Leonardo, saat peluncuran fitur tersebut di Jakarta, Rabu ( 29/07/2020 ).
Melalui fitur Rekening Valas serta Obligasi Pasar Sekunder, maka nasabah dapat memperluas instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam fitur Rekening Valas, nasabah dapat menabung dalam 10 mata uang asing seperti USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP, NZD, JPY, CHF hanya dengan satu akun rekening dan mengelola dana yang dimiliki karena nilai tukar dan bunga yang kompetitif. Fitur ini juga cocok untuk berbagai transaksi dengan kebutuhan dalam mata uang asing, mengantisipasi perubahan nilai tukar, dan sebagai diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko.
Sedangkan melalui fitur Obligasi Pasar Sekunder, nasabah dapat berinvestasi di pasar sekunder mulai dari Rp1 juta, sehingga terjangkau oleh nasabah yang hendak memulai investasi untuk mempersiapkan kebutuhan dana daruratnya. Sebelumnya, pasar sekunder hanya dapat diakses oleh investor dengan modal yang cukup besar.
Hingga saat ini, digibank by DBS merupakan satu-satunya perbankan digital yang dapat memberikan beragam pilihan akses investasi mulai dari Rp1 juta saja. Nasabah cukup membuat Single Investor Identification (SID) dan melanjutkan pembelian hingga penjualan obligasi cukup dari aplikasi digibank by DBS.
“Fitur terbaru kami memiliki kelebihan fleksibilitas dan likuiditas tinggi yang dapat memberikan manfaat bagi nasabah untuk mengatur, mengembangkan, dan menggunakan dana yang mereka miliki. Dengan demikian, digibank by DBS mendorong dan mempermudah nasabah untuk berinvestasi demi mengembangkan keuangan mereka,” ujar Djoko Soelistyo, pada kesempatan yang sama.
Mengusung prinsip democratizing finance (demokratisasi keuangan) menurut Djoko, melalui fitur baru digibank by DBS memungkinkan setiap orang bergerak maju dan meningkatkan kondisi keuangan mereka. Sehingga nasabah semakin lebih leluasa berinvestasi dengan berbagai pilihan produk yang dapat diakses dengan mudah, aman, nyaman, dan terjangkau untuk mengelola dan mengembakan dana darurat di era new normal.
Pada kesempatan yang sama Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro yang turut hadir dalam acara peluncuran fitur terbaru digibank by DBS tersebut mengungkapkan bahwa mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan penting dilakukan oleh seluruh masyarakat agar tetap sehat dan produktif.
“Namun selain itu adaptasi baru juga termasuk mengelola keuangan yang lebih baik untuk menyiapkan segala kemungkinan di masa depan sehingga aktivitas ekonomi dapat terus berjalan,” ujar dr. Reisa pada kesempatan tersebut.
