
EKSEKUTIF.com — ARTOTEL Menang di Panggung ESG
Di tengah industri perhotelan yang kian dituntut tak sekadar ramah tamu, tetapi juga ramah masa depan, ARTOTEL Group kembali mencatatkan namanya.
Operator hotel berbasis gaya hidup ini menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) 2025—sebuah pengakuan atas konsistensi, bukan sekadar pencitraan.
Penghargaan pertama, Indonesia Leading Hotel Operator in ESG & Business Sustainability, menegaskan posisi ARTOTEL sebagai salah satu operator hotel nasional yang serius mengintegrasikan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) ke dalam denyut operasional sehari-hari.
ESG, yang kerap berhenti sebagai jargon di banyak perusahaan, pada ARTOTEL diterjemahkan sebagai strategi jangka panjang—mulai dari tata kelola, relasi sosial, hingga keberlanjutan lingkungan.
Penghargaan kedua jatuh ke tangan Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer ARTOTEL Group, yang dinobatkan sebagai Indonesia Top Hospitality Leader (in ESG & Business Sustainability).
Apresiasi ini diberikan atas kepemimpinan visioner Eduard dalam mendorong inovasi sekaligus memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari keputusan bisnis, bukan pelengkap laporan tahunan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sapta Nirwandar, tokoh pariwisata nasional yang pernah menjabat Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. ITTA sendiri tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-16—menjadikannya salah satu ajang apresiasi paling prestisius di sektor pariwisata Indonesia.
Kepemimpinan yang Relevan di Masa Transisi
ITTA 2025 digelar di tengah fase pemulihan dan transisi pariwisata nasional. Penghargaan diberikan kepada pelaku industri yang dinilai memiliki dampak nyata—bukan hanya bertahan, tetapi juga berkontribusi pada arah baru pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Bersama Eduard, Yayasan ITTA juga menganugerahkan penghargaan Top Hospitality Leader kepada lima tokoh pariwisata lainnya, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang diwakili oleh Ketua Umumnya, Hariyadi B. Sukamdani.
Penetapan ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan di sektor pariwisata kini diukur bukan hanya dari ekspansi, tetapi dari keberpihakan pada keberlanjutan.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kerja keras seluruh tim ARTOTEL Group. Kami percaya bahwa keberlanjutan dan kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah fondasi utama dalam membangun industri pariwisata Indonesia yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Eduard.
Seni, Gaya Hidup, dan Keberlanjutan
Pencapaian ini merefleksikan DNA ARTOTEL sejak awal berdiri: hospitality berbasis seni, budaya, dan gaya hidup urban. Namun, di tengah tantangan iklim, tekanan sosial, dan tuntutan tata kelola yang kian transparan, pendekatan tersebut diperluas—ke arah praktik bisnis yang lebih sadar dampak.
Melalui portofolio merek yang terus berkembang di berbagai kota di Indonesia, ARTOTEL Group menempatkan keberlanjutan bukan sebagai proyek terpisah, melainkan sebagai kerangka berpikir.
Mulai dari pengelolaan hotel, lini makanan dan minuman, hingga dukungan terhadap industri kreatif, semuanya diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Dua penghargaan ITTA 2025 ini, pada akhirnya, bukan sekadar trofi. Ia menjadi penanda bahwa di industri yang sering diasosiasikan dengan konsumsi, ada upaya serius untuk menata ulang relasi antara bisnis, manusia, dan lingkungan—dan ARTOTEL memilih berada di barisan depan.
-
Klik juga: https://www.hariankami.com/properti-kami/23616457295/artotel-sabet-2-award-itta-leading-hotel-operator-top-leader






