

EKSEKUTIF.com — Dua Tahun ARTOTEL Gelora Senayan: Merawat Komunitas, Menjaga Makna


Di tengah riuh kawasan Senayan yang tak pernah benar-benar tidur, ARTOTEL Gelora Senayan memilih merayakan ulang tahunnya dengan cara yang tak sepenuhnya lazim bagi industri perhotelan.
Menjelang usia keduanya pada 22 April 2026, hotel ini justru menepi sejenak dari gemerlap komersial, dan menengok ke sekitar—kepada komunitas, lingkungan, dan ruang sosial yang sering luput dari perhatian.
Tema yang diusung, “GELORAFIED: The Continuum of Second Chapter”, bukan sekadar jargon pemasaran.
Ia terdengar seperti pernyataan arah: bahwa fase berikutnya bukan hanya soal okupansi kamar dan angka pendapatan, melainkan juga keberlanjutan relasi sosial.
Sejak Februari lalu, rangkaian kegiatan sosial digelar sebagai bagian dari “road to anniversary”. Pada 13 Februari 2026, hotel ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia menggelar donor darah yang menghasilkan 57 kantong darah.
Di hari yang sama, khitanan massal untuk 30 anak digelar bersama Yayasan Gelora Insan Mandiri—sebuah kombinasi kegiatan yang mencerminkan pendekatan langsung ke kebutuhan dasar masyarakat.
Sebulan berselang, nuansa Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial. Dalam kegiatan Science Playdate dan buka puasa bersama, anak-anak dari yayasan diajak belajar melalui pendekatan edukatif yang ringan.
Bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga pengalaman. Di sela itu, program “Jumat Berkah” menghadirkan rutinitas berbagi takjil di jalanan Senayan—ritual kecil yang mengikat hotel dengan denyut kota.
Dan perayaan ini tak berhenti pada aspek sosial semata.
Pada 13 Maret 2026, kegiatan bertajuk “Preserve the Heritage” digelar. Membatik dan menenun diperkenalkan kembali sebagai praktik budaya, bukan sekadar artefak. Ada upaya untuk merawat ingatan kolektif—bahwa modernitas tak harus menghapus tradisi.
Langkah berikutnya menyentuh isu lingkungan. Pada 28 Maret 2026, hotel ini akan ambil bagian dalam Earth Hour dengan memadamkan lampu selama satu jam.
Sebagai gantinya, lilin akan dinyalakan di lobi—gestur simbolik yang mengundang tamu untuk ikut merasakan jeda, sekaligus refleksi atas konsumsi energi.
Rangkaian ini akan ditutup dengan kegiatan plogging pada 11 April 2026 di kawasan ring road Stadion Gelora Bung Karno—menggabungkan olahraga dan aksi bersih-bersih lingkungan. Targetnya, 150 peserta. Sebuah angka yang mungkin tak besar, tetapi cukup untuk membangun kesadaran kolektif.
General Manager hotel, Yana Nuraga, menyebut perayaan ini sebagai upaya untuk “tumbuh tidak hanya sebagai hotel, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas.”
Pernyataan yang terdengar normatif, namun dalam praktiknya—setidaknya kali ini—diikuti dengan serangkaian aksi nyata.
Di tengah industri perhotelan yang kerap berlomba dalam kemewahan dan diferensiasi layanan, ARTOTEL Gelora Senayan tampaknya sedang menguji pendekatan lain: menjadikan keberadaan mereka relevan, bukan hanya terlihat.
Sebab pada akhirnya, usia bukan hanya soal bertambahnya tahun—melainkan tentang jejak yang ditinggalkan.

ARTOTEL Gelora Senayan – Jakarta
Terletak di kawasan Gelora Bung Karno, sebuah komplek olahraga terpadu di tengah kota Jakarta, ARTOTEL Gelora Senayan adalah hotel butik dari Jaringan Artotel Group yang memadukan konsep olahraga, seni dan gaya hidup masa kini dengan menampilkan 594 kamar yang terdiri dari 474 kamar untuk tamu umum dan 120 kamar khusus untuk para atlet nasional.
Serta fasilitas penunjang seperti 1 ballroom dan 9 ruang pertemuan, I restoran, Lidah Lokal All Day Dining, kolam renang, lapangan tenis dan ARTSPACE sebagai galeri seni khas ARTOTEL.
Tentang Artotel Group
Adalah manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan 4 unit bisnis, Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), & Curated Merchandise (Shop). Dengan mengusung konsep Gaya Hidup masa kini, Artotel Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi dengan berbagai pilihan Brand, ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC.
Memiliki inventori lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu dengan berbagai kategori mulai dari hotel ekonomis, hotel butik, hingga hotel mewah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Artotel Group juga sebagai mitra strategis Louvre Group di Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan brand waralaba diantaranya KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP.








