Akamai Rilis Content Protector untuk Hentikan Serangan Scraping

Produk pertama khusus untuk menangkal aksi scraper, dirancang berdasarkan karakteristik unik serangan scraping.

EKSEKUTIF.com — Akamai,  perusahaan cloud yang mendukung dan melindungi kehidupan online, hari ini merilis Content Protector, sebuah produk yang mampu menangkal serangan scraping tanpa memblokir trafik positif yang diperlukan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Bot scraper berperan penting dan sering kali menjadi komponen produktif dalam ekosistem perdagangan. Bot ini digunakan untuk mencari konten baru, menyorot produk dalam situs-situs pembanding, dan mengumpulkan informasi terkini suatu produk untuk dibagikan kepada pelanggan. Sayangnya scraper juga digunakan untuk melakukan kecurangan, seperti banting harga, memantau sebelum menjalankan serangan inventory hoarding, serta memalsukan barang dan situs web.

Scraper juga akan terus melakukan ping ke situs web secara nonstop jika tidak dihentikan. Imbasnya, koneksi ke situs web melambat, pelanggan pun jengkel dan meninggalkan situs tersebut. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, scraper juga makin canggih dan sulit dideteksi.

Akamai Content Protector membantu mendeteksi dan memitigasi scraper yang mencuri konten untuk tujuan berbahaya. Produk ini mampu mendeteksi scraper secara lebih akurat, dengan temuan false negative yang lebih minim tanpa menambah false positive. Produk ini cocok bagi perusahaan yang perlu melindungi kekayaan intelektual, reputasi, dan potensi pendapatan. Fitur pendeteksiannya mencakup:

  • Penilaian tingkat protokol: Dengan protocol fingerprinting, koneksi dari klien ke server akan dievaluasi pada berbagai lapisan model Open Systems Interconnection (OSI) untuk memastikan parameter yang dinegosiasikan selaras dengan yang diharapkan dari browser web dan aplikasi seluler paling umum.
  • Penilaian tingkat aplikasi: Mengevaluasi apakah client dapat menjalankan sejumlah logika bisnis yang ditulis dalam JavaScript. Ketika client menjalankan JavaScript, Content Protector akan mengumpulkan karakteristik perangkat dan browser serta preferensi pengguna. Berbagai data point ini kemudian dibandingkan dan diperiksa kembali terhadap data tingkat protokol untuk memverifikasi konsistensinya.
  • Interaksi pengguna: Menganalisis interaksi manusia dengan client melalui periferal standar, seperti layar sentuh, keyboard, dan mouse. Ketiadaan interaksi atau interaksi yang tidak normal biasanya mengindikasikan trafik bot.
  • Perilaku pengguna: Memantau perjalanan pengguna selama mengakses situs web. Botnet biasanya mengincar konten spesifik sehingga menimbulkan perilaku yang terlampau janggal jika dibandingkan dengan trafik yang wajar.
  • Klasifikasi risiko: Memberikan klasifikasi yang akurat dan dapat ditindaklanjuti dalam berbagai tingkatan (rendah, sedang, tinggi) terhadap trafik berdasarkan anomali yang ditemukan selama evaluasi.

“Scraping konten membawa dampak yang berbahaya bagi para pelaku bisnis,” ujar Rupesh Chokshi, Senior Vice President sekaligus General Manager, Application Security di Akamai, Selasa ( 16/04/2024).

“Imbasnya beragam, seperti kompetitor yang membanting harga, lambatnya koneksi ke situs sehingga pelanggan jengkel dan pergi, serta rusaknya reputasi akibat aksi penjual imitasi produk yang menyatakannya asli. Content Protector membantu menunjukkan arti penting keamanan bagi bisnis secara langsung sekaligus memberi ruang bagi para pemimpin bisnis untuk mengembangkan usahanya di ranah digital,” jelas Rupesh.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pasang Iklan? Chat Sekarang