Bandara Bali Utara Dikebut, Prabowo Ingin Jadi Pintu Masuk Pesawat Berbadan Besar

EKSEKUTIF.comBandara Bali Utara Dikebut, Prabowo Ingin Jadi Pintu Masuk Pesawat Berbadan Besar

Pemerintah semakin memantapkan langkah percepatan pembangunan Bandara Bali Baru di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Proyek yang masuk dalam daftar infrastruktur strategis nasional itu diproyeksikan menjadi gerbang internasional baru di Pulau Dewata dengan kemampuan melayani pesawat berbadan lebar (wide-body aircraft), mulai dari Boeing 777 hingga Airbus A380.

Arah kebijakan tersebut menandai perubahan strategi pengembangan infrastruktur penerbangan di Bali. Pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada satu bandara di wilayah utara, melainkan menyiapkan dua fasilitas penerbangan dengan fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.

Sesuai Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023, Kabupaten Buleleng akan memiliki dua bandara.

Lapangan Terbang Letkol Wisnu akan difungsikan sebagai bandara khusus untuk pesawat kecil dan private jet, sedangkan Bandara Bali Baru di Kubutambahan dirancang sebagai bandara internasional berkapasitas besar yang melayani penerbangan jarak jauh.

Skema tersebut kembali mengemuka dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan pada 30 Juli 2026.

Dalam forum itu, pemerintah membahas pengembangan Lapangan Terbang Letkol Wisnu sebagai fasilitas penerbangan khusus yang melayani pesawat ringan, charter, dan private jet.

Pilihan tersebut didasarkan pada kondisi eksisting kawasan Letkol Wisnu yang dinilai tidak memungkinkan untuk dikembangkan menjadi bandara internasional berskala besar.

Kawasan di sekitar lapangan terbang telah dipenuhi permukiman penduduk, sementara sisi selatan, barat, dan timur diapit perbukitan. Di bagian utara, kawasan tersebut berbatasan langsung dengan hutan mangrove dan laut.

Selain aspek teknis dan keselamatan penerbangan, pemerintah juga mempertimbangkan faktor lingkungan serta pelestarian budaya.

Sejumlah bukit di sekitar kawasan Letkol Wisnu menjadi lokasi pura-pura sakral yang telah berdiri selama ratusan bahkan ribuan tahun. Kondisi tersebut membuat pengembangan bandara besar di lokasi tersebut dinilai kurang ideal.

Sebaliknya, kawasan Kubutambahan dipandang memiliki ruang pengembangan yang lebih memadai untuk mendukung pembangunan bandara internasional masa depan.

Bandara Bali Baru dirancang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380, yang selama ini menjadi tulang punggung penerbangan internasional berkapasitas tinggi.

Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari), Baringin Panggabean, mengungkapkan bahwa arah pembangunan tersebut mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, pada 14 Juli 2026, Presiden disebut meminta agar pembangunan Bandara Bali Baru di Kubutambahan segera dimulai dan dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Menurut Baringin, Presiden tidak hanya meminta percepatan pembangunan, tetapi juga menekankan agar spesifikasi bandara disiapkan untuk melayani pesawat berbadan lebar, sehingga mampu menjadi gerbang internasional baru yang dapat memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali Utara.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.

Dalam evaluasi kinerja kabinet, Presiden meminta kementerian terkait mempercepat pembangunan Bandara Bali Utara sebagai bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Keberadaan Bandara Bali Baru di Kubutambahan diharapkan dapat mengurangi beban Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang selama beberapa dekade menjadi pintu utama penerbangan internasional menuju Bali.

Lebih dari sekadar proyek transportasi, pembangunan bandara baru tersebut dipandang sebagai instrumen pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara.

Infrastruktur baru itu diharapkan membuka akses investasi, memperkuat sektor pariwisata, menciptakan pusat-pusat ekonomi baru, sekaligus meningkatkan konektivitas logistik di wilayah utara Pulau Bali.

Apabila seluruh rencana tersebut terealisasi, Bali Utara akan memiliki sistem penerbangan yang saling melengkapi.

Lapangan Terbang Letkol Wisnu akan melayani penerbangan khusus menggunakan pesawat kecil dan private jet, sementara Bandara Bali Baru di Kubutambahan akan menjadi gerbang internasional baru yang mampu menerima pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380.

Dengan pembagian fungsi tersebut, pemerintah berharap pengembangan infrastruktur penerbangan di Bali dapat berlangsung lebih efisien, tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan budaya, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu destinasi internasional utama di kawasan Asia-Pasifik pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL