Grand Launching GoldVerium: Buka Peluang Baru Investasi Logam Mulia

EKSEKUTIF.com- Industri investasi logam mulia di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya konsep investasi terintegrasi melalui peluncuran GoldVerium. Tepat pada 20 Mei yang bertepatan dengan Hari Perak Nasional, outlet pertama GoldVerium resmi diluncurkan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Peluncuran GoldVerium menjadi terobosan baru di industri logam mulia nasional. Peluncuran yang dilakukan bertepatan Hari Perak Nasional itu, menjadi langkah awal GoldVerium memperkenalkan model bisnis baru yang menggabungkan investasi, teknologi digital, edukasi, hingga peluang kemitraan dalam satu ekosistem logam mulia.

Founder GoldVerium, Edi Hermanto, mengatakan GoldVerium merupakan transformasi dari konsep sebelumnya dengan mengintegrasikan empat lini usaha perusahaan, yakni Minigold, Maxigold, Silverium, dan Copperium, dalam satu identitas besar. “GoldVerium adalah gabungan dari Minigold, Maxigold, Silverium, dan Copperium. Ini bukan istilah baru dan sudah saya daftarkan sejak beberapa tahun lalu,” ujar Edi saat grand launching.

Menurut dia, perubahan konsep tersebut bukan sekadar pergantian nama, melainkan strategi memperkuat branding sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap investasi logam mulia berbasis ekosistem terintegrasi.

GoldVerium juga membuka peluang investasi dan kemitraan baru melalui pengembangan outlet di berbagai daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, mitra tetap memperoleh manfaat distribusi meski seluruh produk berada di bawah satu payung bisnis. “Kami ingin membangun ekosistem yang saling mendukung. Ketika konsumen datang ke outlet GoldVerium, mitra tetap mendapatkan bagian sesuai aturan yang disepakati,” katanya.

Pasar Minggu dipilih sebagai outlet perdana karena dinilai strategis dan memiliki akses luas dari wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan hingga Jakarta Barat.

Selain memperkuat jaringan bisnis, GoldVerium juga mengedepankan edukasi investasi logam mulia di tengah kondisi ekonomi global dan inflasi yang terus menekan nilai mata uang.

Edi menilai emas dan perak tetap menjadi instrumen investasi yang stabil dalam jangka panjang. Ia mencontohkan harga emas yang pada 2001 masih sekitar Rp77 ribu per gram kini telah mencapai sekitar Rp2,8 juta per gram. Sementara harga perak naik dari sekitar Rp800 menjadi Rp60 ribu per gram.“Yang sebenarnya terjadi bukan emas yang naik, tetapi nilai uang yang terus turun,” ujarnya.

Menurutnya, aset fisik seperti emas dan perak tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai dan bahkan mampu melampaui pertumbuhan sektor properti dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam menjaga kualitas produk, GoldVerium menegaskan hanya memproduksi emas dan perak murni. Perusahaan juga menggunakan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF) senilai sekitar Rp90 juta untuk mendeteksi kadar emas secara cepat dan akurat.

Bahan baku yang digunakan berasal dari scrap maupun emas rusak yang diproses ulang menjadi produk investasi seperti Minigold dan Silverium.

Edi mengungkapkan, meski perusahaan resmi berdiri sejak 2018, dirinya telah berkecimpung di industri emas selama 25 tahun dan kini memiliki sekitar 300 ribu mitra di seluruh Indonesia.“Di bisnis emas, reputasi sangat penting. Kalau buruk, cepat diketahui orang. Karena itu kami ingin menjadi dealer yang terpercaya,” katanya.

Tak hanya fokus pada emas dan perak, GoldVerium juga memperkenalkan Copperium atau investasi berbasis tembaga sebagai bagian dari strategi menangkap peluang logam strategis masa depan.

Menurut dia, permintaan tembaga diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan industri kendaraan listrik, kabel, hingga panel surya, sementara ketersediaan cadangan logam tersebut diprediksi semakin terbatas setelah 2030.

Karena itu, GoldVerium mengusung slogan “The Third Metal Become Precious” sebagai gambaran potensi tembaga di masa mendatang.

Sebagai bagian dari transformasi digital, perusahaan juga tengah mengembangkan aplikasi berbasis teknologi yang dijadwalkan mulai diuji coba akhir Mei dan dirilis pada Juni mendatang.

Aplikasi tersebut memungkinkan mitra mengumpulkan poin yang dapat ditukar hadiah, sekaligus menghadirkan AI Assistant untuk mendukung edukasi investasi logam mulia bagi masyarakat. “Kehadiran GoldVerium merupakan wujud komitmen kami untuk menyediakan layanan investasi logam mulia yang terpercaya, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami percaya, kepercayaan adalah fondasi utama dalam industri ini,” tandas Edi.