Warga Negara Pancasilais Harus Berpikir Kritis

  • Bagikan
Gambar: http://beritamagelang.id/

Eksekutif.comPancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia memiliki nilai-nilai yang menguatkan Indonesia sebagai bangsa. Antara lain, persatuan, solidaritas dan gotong royong yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai situasi termasuk pandemi Covid-19.

Sebenarnya, pandemi ini dapat menjadi momentum tepat untuk menekankan pentingnya nilai Pancasila. Ini ujian terhadap kesatuan sebagai satu bangsa. Negara yang berhasil keluar dari pandemi adalah negara yang memiliki persatuan dan kesatuan serta solidaritas kuat mulai dari pemerintah sampai masyarakat.

Moh Subaweh, pengurus RTIK Kabupaten Tulungagung menjelaskan, nilai-nilai tersebut merupakan ideologi dasar dari Pancasila. Hal tersebut atau baru akan terwujud benar-benar ‘sakti’ saat kita tetap utuh bersatu dalam kebersamaan dan tidak goyah dalam menghadapi konflik lainnya.

Maka, kita sebagai warga negara yang pancasilais harus berpikir kritis untuk dalam menanggapi bermacam informasi yang datang.

“Seperti yang kita tahu dunia digital itu banjir informasi yang belum tentu benar. Maka dari itu kita harus pintar memilah informasi mana yang yang diperlukan untuk kita konsumsi,” ujarnya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021).

Dalam berinteraksi khususnya di media sosial kita juga sebaiknya meminimalisir unfollow and unfriends dan blok karena emosional kita. Seringkali emosi yang tidak terkontrol juga yang membuat kita melakukan itu. Jika kita melakukan itu otomatis secara kebersamaan pun akan berkurang bahkan bisa berakibat perpecahan bila kita ketahuan sudah memblok mereka.

“Menerapkan gotong royong sebagai kolaborasi kampanye literasi digital. Bagaimana di dunia digital yang sama dengan dunia nyata kita bisa saling gotong royong bersama membangun bangsa bukan sebaliknya seperti saat ini,” tambahnya.

Pastinya di manapun kita berada jangan lupa untuk selalu memahami aturan yang ada jangan sampai melanggar undang-undang. Khususnya Undang-undang ITE yang mengatur jalannya hidup kita di dunia digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021) juga menghadirkan pembicara Mira Sahid (Kumpulan Emak Blogger), Ahmad Rofahan (RTIK Cirebon), Ira Pelitawati (RTIK Indonesia), dan Ummi Kulsum (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 274 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.