Wajib Tahu, Ini Bentuk Kekerasan Seksual Di Dunia Maya yang Mesti Dihindari

  • Bagikan
Gambar: https://lifestyle.okezone.com

Eksekutif.comBelakangan pelecehan seksual bukan hanya terjadi secara fisik atau di dunia nyata. Tapi, dengan berkembangnya teknologi pelecehan dan kekerasan seksual juga bisa terjadi di ranah digital atau online.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Psikolog dan Trainer Sejiwa, Hellen Citra Dewi, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – Literasi Digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, (21/7/2021).

“Pelecehan seksual di ranah online bahkan bukan hanya terjadi pada perempuan, tapi juga ada sejumlah laki-laki yang mengalaminya,” kata Hellen dalam webinar tersebut.

Dalam penjelasannya, Hellen menjelaskan bahwa salah satu bentuk pelecehan atau kekerasan seksual yang paling banyak dilakukan ialah ucapan atau komentas bernada seksual yang tidak diinginkan.

“Bisa saja komentar cabul, humor berkaitan dengan seksualitas, sampai menghina bahkan merendahkan kondisi fisik seorang,” kata Hellen.

Ia memaparkan bahwa bentuk kekerasan berbasis gender online lainnya ialah grooming online. Menurut Hellen, grooming online ialah proses menjalin serta membangun sebuah hubungan dengan seseorang secara online untuk pemenuhan kebutuhan seksual seseorang.

“Kemudian juga sexting, seperti mengirimkan pesan yang dilakukan secara online, baik itu kata-kata, gambar, ataupun video dengan unsur-unsur seksual,” kata Hellen.

Ia melanjutkan, bahwa sexting ini bisa berlanjut pada pemerasan seksual. Pada situasi ini, pelaku umumnya akan memaksa dan mengancam seseorang dengan menggunakan gambar atau video korban yang punya unsur seksual, sebagai imbalan seks atau keuntungan lain.

“Kemudian juga ada siaran langsung yang memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama,Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Dino Hamid juga menyampaikan cara untuk bisa membuat konten yang menarik di media sosial.

Ia menjelaskan, bahwa dengan perubahan teknologi, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dengan membuat konten kreatif yang menarik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali hadir juga, Dosen Podomoro University, Shandy Susanto, Ketua RTIK Kota Tasikmalaya, Ipan ZUlfikar, dan juga key opinio leader, Davi Arizka.

Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 81 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *