Tren Pekerjaan Setelah Pandemi Covid

  • Bagikan
Gambar: https://properti.kompas.com/

JAKARTA,- Ada dua sudut pandang yang bisa diambil oleh setiap orang setelah pandemi melanda Indonesia dan dunia.

Dari sudut negatif corona merupakan sebuah kehilangan, ketakutan dan penurunan. Akan tetapi di sisi positifnya, terdapat solusi yang hanya bisa dilihat jika seseorang mengubah sudut pandangnya bahwa corona menjadi sebuah momen perubahan.

Dunia tanpa batas, peluang baru yang justru memberikan daya saing atau mungkin sebuah kesempatan untuk beristirahat.

“Mungkin 5 atau 10 tahun ke depan kita akan menengok ke belakang dan mengingat bahwa karena pandemi ini dipaksa berubah dan membuat kita bersyukur,” ujar Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Jum’at (30/7/2021).

Klemes mengungkapkan, pandemi corona telah mengubah 3 hal yaitu cara bekerja atau belajar, cara berinteraksi, dan cara bertransaksi. Sehingga semua industri yang mengarah pada ketiga hal tersebut diperkirakan akan berkembang.

Di sinilah saatnya setiap orang dipaksa untuk beradaptasi dan siapa yang tidak mau berubah akan tertinggal. Pandemi menjadikan semuanya berubah ke arah percepatan.

Di dunia pekerjaan pandemi jelas memberi dampak hampir di semua bidang industri, sebanyak 2,7 Miliar pekerja di seuruh dunia terdampak.

Sektor tertinggi yang terdampak adalah dari industri perhotelan, pariwisata, hingga perumahan, namun tetap masih ada yang bisa dikerjakan. Pandemi telah membuat perusahaan mengubah 83% skala pekerjaannya dikerjakan di rumah, dan 84% mengubah akselerasinya ke digital, serta 50% akselerasi ke automatisasi.

“Akan lebih banyak remote working dan top skills di tahun 2025 yang berhubungan dengan analitis berfikir dan inovasi, aktif belajar dan strategi belajar, dan kita harus bisa mengatasi problem-problem yang ada, cara kita berpikir secara kritis, kreatifitas dan originalitas, kepemimpinan serta sosial influence, penggunaan teknologi, program teknologi dan desain,” kata Klemes.

Berikur skills praktis pekerjaan yang dibutuhkan di era digitalisasi:

  1. Copywriting, desain grafis, desain komunikasi visual, video editor, fotografer dan sejenisnya.
  2. Online advertising, skillset dari sertifikasi SEO untuk menangani sosial media seperti Facebook, Instagram, Google, TikTok.
  3. Tim Kreatif: untuk membangun lagi persepsi brand dan marketing dari perusahaan.
  4. Programer atau developer baik untu web maupun program aplikasi.
  5. Project engineer, system engineer, data analysis dan sebagainya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Eni Maryani, Dosen Fikom Universitas Padjajaran, Astini Kumalasari, Dosen Universitas Dian Nusantara, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 252 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.