Tips Menghindari Penipuan Digital di Internet

  • Bagikan
Gambar: https://banjarmasin.tribunnews.com

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Perkembangan teknologi mempermudah seseorang untuk berbagi informasi lewat berbagai platform.

Akan tetapi dengan kemudahan tersebut bertambah pula oknum yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kejahatan. Hal tersebut dikarenakan kurang adanya kesadaran dan edukasi di dalam menggunakan perangkat digital.

“Penipuan digital merupakan bentuk kegiatan yang bertujuan untuk menipu para korban dengan berbagai modus secara daring yang memanfaatkan seluruh aplikasi dan platform yang tersedia,” ujar Rizky Alliya Julianda, Instruktur Edukasi4ID dan seorang Network Engineer, saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Selasa (14/9/2021).

Strateginya bisa bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh korbannya,” masih kata Rizky Alliya Julianda.

Menurut data dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) jumlah penipuan online antara tahun 2016 hingga 2019 rata-rata mencapai 1.800 laporan, meski di bulan September 2020 jumlahnya menurun karena sudah semakin banyak masyarakat yang mengatasi penipuan digital.

Beberapa jenis penipuan digital perlu menjadi pengetahuan dan perhatian masyarakat, seperti scam yaitu bentuk penipuan yang memanfaatkan empati dan kelengahan korban dengan pura-pura meminta tolong atau mengaku sebagai saudara.

Selanjutnya ada jenis phising penipuan digital yang bersifat menjebak dan spam jenis penipuan yang dengan pengiriman informasi  dilakukan secara berulang-ulang misanya melalui email. Selanjutnya ada hacking yaitu tindak penipuan dengan mencari celah keamanan untuk masuk ke dalam sistem komputer.

“Target penipuan biasanya pencurian data seperti nomor induk kependudukan (KTP), nama ibu kandung, alamat dan lain sebagainya,” ujar Rizky.

Di mana kalau data pribadi tersebut tidak berhati-hati ini akan bermasalah seperti misalnya saat data pribadi kita bocor akan dimanfaatkan pelaku untuk meminjam perkereditan barang atau meminjam uang yang mengatasnamakan data kita

Target penipuan selanjutnya biasanya juga untuk merusak sistem komputer, biasanya website perusahaan, pemerintah dan instansi.

Tujuan lain dari penipuan online adalah pemerasan yang ujung-ujungnya untuk finansial. Tapi di era di mana data merupakan harta yang berharga, Anda juga perlu mewaspadai pesan SMS dan WhatsApp yang memberikan informasi donasi dan undian dengan menyertakan link yang mencurigakan.

Korban biasanya digiring untuk memasukan data-data dari link tersebut dengan kata lain data pribadi yang dimasukan tersebut bisa dimanfaatkan dan disalahgunakan.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Febry Hindrawan, Staff Pengajar SMK Negeri 4 Depok, Eni Maryani, Dosen Fikom Universitas Padjajaran, dan Iin Inawati, Staff Pengajar SMK Negeri 4 Depok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 163 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.