Tetap Produktif saat Pandemi dengan Digital Skills

  • Bagikan
Gambar: https://www.michaelpage.co.id/

JAKARTA,- Java Jazz 2020 merupakan festival musik terakhir yang diselenggarakan sebelum akhirnya pandemi corona melanda Indonesia dan dunia. Setelahnya satu per satu festival musik dibatalkan karena kasus Covid-19 meningkat dan semua acara apapun yang menimbulkan kerumunan harus ditiadakan.

“Dunia hiburan dan panggung adalah sektor yang sangat terpukul dengan kehadiran pandemi. Berbagai kiat untuk bertahan hidup sudah mulai dilakukan teman-teman musisi di dalam keadaan yang tidak pasti ini,” kata Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (26/7/2021).

Adaptasi pandemi membuat berbagai acara termasuk pertunjukan musik dilakukan secara virtual atau online memanfaatkan teknologi dan internet.

Meski ada kekurangan, namun berbagai acara yang dilakukan secara online cukup membuat industri pertunjukan dan musik bisa bertahan.

Kekurangan event yang dilakukan secara virtual yaitu satu konsep yang sama hanya bisa dilakukan oleh talent yang sama sekali saja karena pertunjukan bisa ditonton oleh seluruh dunia.

Berbeda dengan pertunjukan musik yang dulunya dilakukan langsung dengan audiens yang berbeda di tiap kota atau daerah.

“Itulah yang menyebabkan para musisi pendapatannya berkurang drastis, karena biasanya dalam seminggu ada 3-5 event. Sekarang dengan konsep virtual mungkin menjadi 1-2 kali sebulan,” kata Nikita.

Menurutnya karena semua acara panggung offline ditiadakan sementara, maka online menjadi pilihan logis. Segala macam bentuk event mulai dari musik hingga seminar pun berubah ke arah digital atau dilakukan secara virtual.

Setiap orang di industri kreatif harus berpikir untuk lebih kreatif lagi supaya memiliki ide-ide baru yang bisa ditawarkan ke orang lain baik itu penonton, agency ataupun brand.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasiya yaitu Maria Natasha, seorang Graphic Designer, Aditya Nova Putra, Ketua Jurusan H dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnotel & Pariwisata IULI, dan Sophie Beatrix Psikolog, Praktisi Bidang Pendidikan dan Industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

 201 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.