Provokatif, Ini Dampak Hoaks yang Menimbullan Keresahan di Masyarakat

  • Bagikan
Gambar: https://www.kompas.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,– Berkat jaringan internet, informasi tersebar dengan cepat melalui medium perangkat komunikasi.

Dari ponsel pintar dan media sosial hoaks menyebar di masyarakat. Hoaks atau berita bohong memberi dampak membuat keresahan di masyarakat, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily mengatakan, hoaks adalah informasi bohong yang memiliki tujuan membentuk opini yang salah, menipu, menghasut, bersifat provokasi, memecah belah dan menimbulkan keresahan bagi pembaca maupun pendengarnya.

Hoaks dapat dikenali ciri-cirinya seperti sumbernya tidak jelas, memunculkan kebencian, dan cenderung tidak netral,

Hoaks memiliki judul headline yang provokatif, minta diviralkan, dan sering memanipulasi foto serta keterangan,” ujar Fibra saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (23/11/2021).

Dia mengatakan, hoaks yang bersifat provokatif punya dampak yang tak bisa diabaikan. Bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang dengan menimbulkan rasa cemas, panik berlebihan, stres, takut luar biasa, dan mudah marah.

Bagi kesehatan fisik, hoaks bisa membuat sulit tidur, malas beraktifitas dan membuat susah berkonsentrasi.

Di masyarakat hoaks juga menimbulkan hubungan sosial yang tidak baik, bisa seperti saling ejek, saling berdebat, saling benci dan menimbulkan konflik hingga perpecahan.

Hoaks juga sangat berbahaya dan dapat memecah belah masyarakat, karena itu perlu adanya pemahaman untuk mengenal ciri-ciri hoaks seperti yang disebutkan di atas.

Hal yang lebih bahaya lagi setiap orang mungkin bisa menjadi penyebar hoaks karena ketidaktahuan.

Karena itu jadilah pembaca cerdas dengan membaca keseluruhan artikel, mengecek kembali siapa penulisnya, mengecek situsnya, mengecek nara sumber yang dikutip dalam tulisan, mengecek keaslian foto, dan cari berita pembanding.

“Setiap orang bisa berperan dalam penyebaran hoaks maka tiap individu perlu mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat,” kata Fibra lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Sophie Beatrix, seorang Psikolog Praktisi, Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id, dan Louiss Regi, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 106 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.