Perubahan Fungsi Internet, Kini Dimanfaatkan untuk Branding dan Digital Marketing

  • Bagikan
Gambar: https://sasanadigital.com/

Internet telah mengalami perubahan fungsi, pada awal tahun 2010 internet hanya digunakan untuk mencari informasi dan hiburan. Namun kini kedua fungsi tadi telah berubah menjadi nilai ekonomi yang bisa mendatangkan sumber penghasilan. Internet digunakan untuk mempromosikan produk, jasa, maupun sarana branding.

“Kalau dulu tidak memakai kita hanya akan kehilangan informasi dan hiburan, tapi toh masih ada televisi ada berita. Tapi sekarang sudah berubah jadi fungsi ekonomi dampaknya kalau kita tidak ikutan akan kehilangan dari sisi ekonomi,” kata Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Selasa (27/7/2021).

Kemampuan digital marketing pun kini digunakan untuk memaksimalkan bisnis dan penjualan produk agar bisa menghasilkan. Sehingga para pemilik bisnis bahkan pelaku UMKM mau atau tidak harus belajar atau akan tertinggal dengan kemajuan cara mempromosikan barang atau jasanya lewat konten di berbagai platform media sosial.

Konten sendiri terbagi menjadi dua yaitu dari segi penulisan dan desain, kedua dari segi ide konten. Ide konten harus menarik dan bagus begitu pun dengan penyajiannya menjadi syarat mutlak sebuah konten bisa berhasil.

Pertama berbicara mengenai ide konten dia memberi rumus A.I.D.A yaitu singkatan dari attention, interest, detail, dan action yang jika dibahasakan menjadi sorotan, ketertarikan, detail dan aksi.

Rumus ini menurut Andry sudah dipakai di mana-mana dan berhasil.

“Tips untuk mendapatkan perhatian audiens , gunakan kalimat yang memancing rasa penasaran. Gunakan kalimat yang melawan apa yang biasanya terjadi. Gunakan forn atau huruf yang mudah dibaca, gunakan warna kontras dan tulisan harus besar,” kata Andry.

Detail konten juga akan memengaruhi dan jadi aspek penting. Andry pun menyarankan untuk membuat kata-kata yang to the point, dan penggunaan bahasa konsisten, serta tidak keluar dari konteks, gunakan juga bold warna seperti merah dan hitam, beri kotak berbeda untuk kata yang penting dan tulisan jangan sampai terlalu mepet ke pinggir.

Saat membuat konten perhatikan juga sisi soft selling, jadi tidak terang-terangan langsung menawarkan produk.

Bisa berikan gratis dulu misalnya lewat konsultasi gratis. Tak ketinggalan di bagian konten permudah cara orang menghubungi, yakni dengan mencantumkannya di link bio akun sosial media sehingga orang yang memerlukannya tidak perlu mencatat lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist, Kalarensi Naibaho, Koordinator Layanan Perpustakaan Universitas Indonesia, dan Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 209 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.