Perlu Adanya Budaya Perilaku Sehat Dalam Pembelajaran Daring

  • Bagikan
Gambar: https://fk.ui.ac.id/

EKSEKUTIF.COMDi era digital ini, pendidikan juga dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu pengetahuan sekaligus alat belajar.

Menurut Seno Soebakti, Pembina Olimpiade Sains Nasional Bidang Matematika, TIK ini berperan dalam menggabungkan beragam fungsi dan proses di dalam penyelenggaraan administrasi pendidikan.

“Komunitas akademik yang ada ini sekarang banyak sekali dan dibagi menjadi beberapa jenis. Dari institusi yaitu mulai jenjang TK hingga perguruan tinggi. Pada bidang, terdapat berbagai macam seperti IPA, Matermatika, dan sebagainya. Berdasarkan profesi ada PGRI, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan lain-lain,” ujar Seno dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (26/7/2021).

Ia mengatakan, semenjak pandemi terjadi pada Maret 2020, maka setiap aktivitas berubah menjadi online. Dampak pandemi terhadap pembelajaran daring ini menurut beberapa penelitian, yaitu adanya keterbatasan penguasaan teknologi bagi siswa, sarana dan prasarana yang belum memadai, akses internet yang terbatas, kurang siapnya penyediaan anggaran dalam menghadapi sekolah daring.

Bahkan, menurutnya, di Jakarta sendiri, dinas pendidikan kesulitan untuk membantu siswa-siswa yang mampu atau tidak mampu dalam hal pengetahuan. Oleh karena itu, Seno membuat komunitas-komunitas untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya.

“Untuk solusi terbaik, kita butuh revolusi pendidikan. Revolusi pendidikan yang dimaksud adalah bagaimana kita membuat anak didik belajar lebih mandiri dan lebih kritis. Jangan sampai kita membuat mereka bosan saat belajar,” paparnya.

Seno menyimpulkan, solusi yang ada dengan selalu berpikir positif dan optimis terhadap siswa atau anak, serta tidak merendahkan mereka. Kedua, mengikuti grup sesuai kompetensi kita diberbagai platform.

Ketiga, mengajak rekan akademisi untuk bergabung menjadi tim yang dapat membantu sesama. Keempat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring dengan berbagai metode pelajaran yang menarik dan memanfaatkan platform yang ada.

Lanjutnya, mengundang narasumber yang memotivasi siswa, membuat situs yang menyediakan sumber belajar gratis, serta menyebarluaskan aplikasi dan penggunanya yang berguna bagi pendidikan. Dalam hal ini misalnya Zoom, Google Meet, Microsoft Teams, Discord, dan sebagainya.

Selain itu, seno menyampaikan bahwa dibutuhkan juga evaluasi pendidikan. Hal ini dilakukan dengan bekerjasama dengan dinas pendidikan atau kementerian pendidikan, membuat jaringan atau network pada komunitas, dan melakukan administrasi atas hasil penelitian agar mudah diakses.

Membudayakan perilaku sehat dalam pembelajaran secara digital juga diperlukan. Misalnya, dapat dimulai dengan memberi salam atau berdoa sebelum memulai sesi belajar. Ketika sudah dibiasakan, hal ini tentu berdampak positif pada kegiatan pembelajaran.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (26/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Vincent S. Leewellyn (COO The Coffee Academics Indonesia), Danan DNA (Creativepreneur – CEO Swell Extended Fam), Benny Daniawan (Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma), dan Nyimas Indriana.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 207 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.