PREMIUM KONTEN

Perilaku Menabung dan Investasi Milenial di Masa Normal Baru: 32% Milenial Memiliki Investasi Baru di Masa Pandemi

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Eksekutif.com – Sebagian milenial mengaku memiliki instrumen investasi baru di tengah pandemi, yaitu emas.Dari riset tersebut juga didapati bahwa alokasi milenial untuk berinvestasi setelah pandemi lebih kecil apabila dibandingkan dengan alokasi sebelumnya.

Pengurangan alokasi ini berarti milenial mencari alternatif instrumen investasi yang terjangkau dengan tetap memberikan return yang menjanjikan.

Humprey selaku VP Business Development Pluang by PT PG Berjangka, Mengatakan “Sebanyak 32% generasi milenial dilaporkan mencoba investasi baru yaitu emas. Ini
merupakan persentase tertinggi dibandingkan dengan investasi lain yang banyak dikenal seperti reksa dana, saham, dan deposito,”

Selain keterjangkauan harga, faktor ketidakpastian ekonomi dan juga harga emas yang sempat melambung di sekitar April-Juli 2020, diduga menjadi dorongan utama secara spesifik instrumen emas menjadi pilihan responden. Ujar Humprey saat acara webinar berlangsung di Jakarta, Kamis (19/11/20)

Humprey menambahkan responden mengubah pola konsumsi mereka selama pandemi COVID-19. 53% responden mengubah alokasi mereka untuk membeli suplemen, vitamin, dan mineral lebih banyak daripada periode sebelum pandemi berlangsung.

Alokasi untuk melakukan diagnosis kesehatan dan menabung juga menjadi lebih besar. Sebaliknya alokasi untuk berlibur, menggunakan transportasi umum, menunjukan penurunan. ujarnya

COVID-19 juga berdampak pada alokasi menabung dan berinvestasi milenial. Alokasi untuk menabung mengalami sedikit peningkatan, sementara alokasi untuk berinvestasi menurun. Mayoritas responden menabung sebesar 5-10% setelah pandemi.

Milenial memiliki skor literasi finansial dan pengetahuan untuk berinvestasi yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Namun, hal tersebut tidak berarti milenial memiliki banyak produk finansial dan produk investasi.

Menabung, terutama untuk tujuan tabungan keluarga, dana emergensi, dan dana pensiun, merupakan tiga teratas target finansial responden survei. Kebutuhan untuk dana likuid untuk digunakan dalam waktu singkat terlihat lebih signifikan dibandingkan dengan kebutuhan untuk memiliki dana dalam jangka waktu lebih panjang.

Dalam mencapai target finansialnya, mayoritas responden masih memilih untuk menabung uang tunai dibandingkan dengan berinvestasi.

Mayoritas responden memilih risiko berinvestasi sebagai faktor yang patut
dipertimbangkan sebelum memilih instrumen investasi.

“Mayoritas responden, sekitar 80% dari total, memilih emas sebagai instrumen investasi yang direkomendasikan,” pungkas Humprey

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.