Peran Pelajar Pancasila di Ruang Digital

  • Bagikan
Gambar: https://kronologi.id/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Di era digital, para pelajar generasi muda yang juga merupakan generasi digital ini sangat senang untuk mengekspresikan dirinya.

Generasi ini pun cenderung menuntut kebebasan, memiliki banyak sumber belajar, menyukai komunikasi dua arah, berbagi, dan berkolaborasi.

Umi Fadhilah, Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Depok mengatakan, para pelajar sepatutnya menerapkan Pancasila sebagai landasan dalam memanfaatkan ruang digital.

Ia memaparkan, Kemendikbud telah mencirikan enam ciri pelajar Pancasila yang cerdas dan berkarakter. Di antaranya, bertakwa kepada Tuhan, kebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

“Terkait keenam ciri tersebut, pelajar jadi memiliki kemampuan untuk mengakses, mengeksplorasi, dan sekaligus menyeleksi informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Kita harus bijak dan crosscheck setiap informasi,” jelas Umi dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Senin (25/10/2021).

Sebagai pelajar di dunia digital, kita juga harus memiliki kesadaran bahwa setiap manusia itu setara.

Pelajar terdidik diharapkan mampu memiliki pengetahuan yang cukup untuk mendefinisikan konten berisi penghinaan, perendahan, pengucilan, perundungan, dan konten negatif lainnya terhadap seseorang atau kelompok agar dapat dihindari.

Kemudian, memahami konsep kolaborasi yang dapat mewujudkan keberhasilan bersama dalam kegiatan pembelajaran.

Kemampuan berpikir, menganalisis, dan mengolah informasi yang kita dapatkan. Di ruang digital, kita perlu menerapkan hal tersebut karena berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan meminimalisir hoaks.

Tentunya, sebagai pelajar Pancasila di era digital perlu menjadi seseorang yang kreatif agar mampu berkompetisi di dunia digital yang berkembang dengan pesat.

“Menghasilkan karya dari kreativitas akan bermakna, bermanfaat, dan berdampak bagi dirinya sendiri, orang sekitar, dan masyarakat luas secara umum dengan memanfaatkan internet secara bijak,” ungkap Umi.

Pengamalan nilai dan ciri Pancasila ini akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari ketika menggunakan literasi digital.

Agar tetap memiliki kebebasan dalam berpendapat, tetapi juga bertanggung jawab atas pendapatnya tersebut.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Senin (25/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Atib Taufik (Ketua MGMP Kota Depok), Kardi (Wakabid Humas SMP Negeri 7 Depok), Umi Fadhilah (Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Depok), Eddy Purnomo (Digital Business Project Manager OCBC), dan Made Nandhika (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 178 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.