Pentingnya Memiliki Kemampuan Digital Saat Ini

  • Bagikan
Gambar: https://www.dw.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTABerkembangnya teknologi digital juga turut membawa kemampuan-kemampuan baru yang bisa dimiliki oleh masyarakat khususnya para generasi muda dan usia produktif.

Mereka juga harus mengetahui sebenarnya apa saja tantangan di era digital. Disadari atau tidak, dunia ini menjadi lebih lincah, lingkungan menuntut agar kita bisa cepat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang tidak terduga.

Tantangan lainnya yaitu adalah tidak menentunya sebuah teknologi sehingga lingkungan membutuhkan kita untuk cepat mengambil tindakan dalam situasi yang tidak pasti.

Lingkungan yang dinamis atau kompleks dengan dan saling ketergantungan dengan kondisi sekitar yang terakhir adalah tantangan yang sering terjadi di luar kebiasaan kita sehingga harus senantiasa berpikir outside the box atau di luar wilayah keahlian kita.

Indira Wibowo seorang public speaker mengatakan, banyak sekali yang kini harus terjun dalam ruang wilayah di luar dari keahlian mereka.

Untuk digital skill, dapat diketahui yang termasuk dalam hard skill yaitu coding, web development, big data analytics, artificial intelligence, cloud computing, internet of thing dan machine learning. Sementara untuk soft skill ada 4C critical thinking, creativity, collaboration dan communication.

“Sekarang seseorang harus memiliki informasi dan literasi data, bagaimana caranya memanfaatkan data. Sebab kini data menjadi penting di era digital. Kemampuan membuat konten digital secara instan yakni mengambil dan mengedit gambar lewat smartphone.

iasanya untuk mereka yang memegang media sosial sebuah perusahaan,” jelasnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang.

Sementara itu bagi UMKM kemampuan digital yang penting dimiliki untuk bersaing di dunia digital yakni mereka harus menguasai perangkat digital, memiliki kemampuan untuk story telling.

“Bagaimana mampu menceritakan produk atau jasa yang kita tawarkan sehingga mampu menarik perhatian calon konsumen. Story telling ini berguna untuk di media sosial atau marketplace empat kita berjualan,” jelasnya.

Kemampuan lainnya, fotografi dasar sebab kini visual menjadi yang utama. pengelolaan bisnis dasar digital marketing di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter erta penguasaan fitur dalam marketplace seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang juga menghadirkan pembicara Dian Nurawaliah Sonjaya (Founder Maleeha Skin Care), Theo Derrick (founder Coffee Meets Stock), Ahmad Rofahan (Ketua RTIK Kabupaten Cirebon), dan Wafika Andira sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 164 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.