Penghargaan Top GRC Awards 2020 Sangat Relevan Dukung Program PEN - MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -
Nasional

Penghargaan Top GRC Awards 2020 Sangat Relevan Dukung Program PEN

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi RI, Dwi Wahyu Atmaji menyampaikan keynote speech-nya, di ajang Top GRC Award 2020.
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.com – Ajang penghargaan Top GRC Award 2020, sangat relevan dengan upaya pemeritah membangkitkan ekonomi untuk mendukung keberhasilan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan mengimplementasikan GRC (governance, risk management, and compliance), perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa tumbuh makin sehat dan kuat untuk kemajuan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Kegiatan TOP GRC Awards, selaras dengan Kebijakan Kementerian & Lembaga dalam meningkatkan keseimbangan antara Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Dengan implementasi GRC yang baik dan efektif, maka perusahaan-perusahaan di Indonesia akan dapat terus tumbuh. Sehingga keberadaanya bisa menopang program pemulihan ekonomi nasional dan program kesehatan masyarakat di masa Pandemi Covid-19 ini,” kata Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi RI, Dwi Wahyu Atmaji dalam keynote speech-nya, di ajang penghargaan Top GRC Award 2020 secara virtual melalui Zoom, Youtube, dan Facebook, pada (15/10) sore, di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Dwi Wahyu juga menyinggung soal disahkannya UU Cipta Kerja belum lama ini. Dikatakan, UU ini akan dapat menarik banyak investasi PMA dan PMDN di Indonesia. Dengan demikian, lapangan kerja bagi masyarakat, juga akan semakin terbuka.

“Ini merupakan salah satu solusi nyata untuk mengatasi PHK selama Pandemi COVID ini. Selain itu, UU Cipta Kerja ini juga diarahkan untuk memperluas peluang kerja bagi Angkatan Kerja baru. Jangan sampai, anak-anak, kesulitan mendapatkan kesempatan kerja, dimasa-masa mendatang,” ujarnya.

Ketua Penyelenggara  Top GRC Awards 2020, M Lutfi Handayani.

Diakui dampak pandemi COVID-19 ini sungguh luar biasa. Menyentuh dan mempengaruhi semua sendi-sendi kehidupan. Oleh karenanya, diperlukan sinergi dari seluruh sumber daya yang ada.

Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2020 yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness, M. Lutfi Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan penghargaan TOP GRC Awards, juga mengedepankan aspek pembelajaran. Hal ini karena pada saat wawancara penjurian, ada sesi Nilai Tambah dari Dewan juri dengan memberikan masukan dan saran perbaikan kepada perusahaan peserta.

“Inilah yang menjadi pembeda, sekaligus keunggulan TOP GRC Awards dibandingkan dengan penghargaan GRC lainnya. Melihat besarnya manfaat yang dapat diperoleh bagi perusahaan peserta, maka sangat disayangkan jika ada perusahaan yang belum mengikuti TOP GRC Awards,” ujar Lutfi.
Dikatakan, tujuan dari penyelenggaraan TOP GRC Awards 2020 ini adalah untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia, untuk terus meningkatkan implementasi GRC-nya, agar kinerja perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Kegiatan TOP GRC Awards 2020 merupakan satu rangkaian dengan kegiatan GRC Summit 2020 yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu,” papar Lutfi.

Proses penilaian kegiatan TOP GRC Awards ini melibatkan 840 perusahaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 perusahaan yang menjadi finalis, dan 84 perusahaan yang memberi konfirmasi untuk mengikuti tahap penilaian akhir (wawancara Penjurian). Sebanyak 65 perusahaan, berhasil mengikuti proses penilaian secara lengkap. Adapun, proses Wawancara Penjurian, dilakukan secara online.

GRC Dorong Kinerja Bisnis Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Dewan Juri TOP GRC Awards 2020, Antonius Alijoyo, mengatakan bahwa kegiatan TOP GRC Awards 2020, memiliki arti penting untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia. Terutama agar kinerja bisnisnya, dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, dengan didasari pada penerapan prinsip-prinsip Good Governance, Risk Management, dan Compliance Management.

“Di masa Pandemi COVID-19 ini, peranan GRC semakin penting bagi banyak perusahaan, di tengah ketidakpastian lingkungan bisnis dan ekonomi. Dengan implementasi GRC yang baik, semoga perusahaan-perusahan tersebut dapat melewati masa-masa sulit, dengan baik,” kata Anton.

Nilai strategis dari kegiatan TOP GRC Awards 2020 ini, diantaranya adalah, adanya upaya dari semua, untuk bersama-sama dan secara terus-menerus, berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas implementasi GRC perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Dengan semakin tinggi dan efektifnya implementasi GRC Indonesia, maka bisnis perusahaan akan tetap aman dan tumbuh dengan baik, sehingga kepercayaan masyarakat dan investor, baik dari dalam dan luar negeri, akan meningkat pula.

“Ini berarti, melalui kegiatan TOP GRC Awards ini, kita semua ikut berperan aktif dalam program pemerintah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta membantu perekonomian masyarakat untuk tetap berjalan, dalam menghadapi masa-masa sulit pandemi Covid-19,” ujar Anton.

Kriteria Penilaian

Penentuan pemenang/ penerima penghargaan TOP GRC Awards 2020, dilakukan secara kolektif dalam Sidang Pleno Dewan Juri, dengan bobot penilaian yang lebih ditekankan pada kelengkapan sistem, infrastruktur, aspek implementasi GRC sebanyak 80%. Sedangkan output kinerja bisnis, mendapatkan bobot penilaian 20%.

Dalam kegiatan TOP GRC Awards ini, klasifikasi kategori penghargaan didasarkan pada pencapaian level Bintang (stars), dari Bintang 1 (atau yang terendah) hingga Bintang 5 (atau yang tertinggi). Semakin tinggi level bintangnya, semakin baik Sistem, Infrastruktur, dan Implementasi GRC di perusahaan, sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan.

“Jika dalam TOP GRC Awards 2019 tahun lalu, belum ada perusahaan yang mencapai level Bintang 5, maka Alhamdulillah/Puji Tuhan, dalam TOP GRC Awards 2020 tahun ini, ada 4 perusahaan yang mendapat penghargaan level Bintang 5,” Anton menjelaskan.

Dalam kegiatan ini, Dewan Juri juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan khusus tertentu. Antara lain, kepada Presiden Direktur dengan kategori The Most Committed GRC Leader 2020, Dewan Komisaris kategori The High Performing Board of Commissioner on GRC 2020, dan kategori The High Performing Corporate Secretary on GRC 2020 untuk Corporate Secretary, yang dinilai telah berperan dan berkontribusi besar dalam peningkatan implementasi GRC di perusahaannya, dan lain-lain.

Dari kegiatan penjurian, juga ada beberapa temuan menarik terkait GRC yang juga dapat dijadikan pembelajaran untuk bersama. Temuan itu di antaranya adalah:

Pertama, secara umum, kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC perusahaan-perusahaan peserta, sudah semakin lengkap dan meningkat, dibandingkan tahun lalu. Hanya saja, masih banyak perusahaan yang perlu menjalankan GRC secara terpadu atau Integrated GRC.

Kedua, sebagian perusahaan masih lebih fokus pada kelengkapan administrasi dan infrastruktur GRC, serta belum menjadikan GRC sebagai budaya di perusahaan.

Ketiga, banyak perusahaan yang tidak menyangka terjadinya Pandemi COVID-19 menjadi risiko bencana yang berkepanjangan dan berdampak sangat besar terhadap bisnis perusahaan, serta belum memasukannya dalam Profil Risiko perusahaan.

Namun, karena perusahaan-perusahaan tersebut sudah menerapkan manajemen risiko dan GRC, maka lebih mudah dan lebih cepat bagi mereka, untuk melakukan mitigasi dan pengelolaan risiko yang terkait COVID-19.

Keempat, baru beberapa perusahaan yang telah mengembangkan teknologi IT/Digital untuk mendukung sistem dan implementasi GRC di perusahaan. Pemanfaatan teknologi IT/Digital terkait GRC ini, bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan memudahkan penerapan three lines of defence, update Profil Risiko secara berkala, dan penerapan Integrated GRC.

Kelima, adanya potensi permasalahan sistem kontrol dan pertanggungjawaban pengelolaan anak perusahaan dengan perusahaan induk/holding. Karena menurut UU Peseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, bahwa Anak Perusahaan tergolong entitas Bisnis yang terpisah, maka perlu ditetapkan Policy Management yang ditetapkan dalam RUPS masing-masing (yakni di RUPS Perusahaan Induk dan RUPS Perusahaan Anak), yang didalamnya mengatur, hubungan kebijakan antara Perusahaan Induk dan Anak.

Keenam, belum banyak perusahaan yang mengukur efektivitas dan dampak/manfaat dari penerapan GRC. Pengukuran ini perlu dilakukan, untuk menunjukkan bahwa penerapan GRC telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian kinerja bisnis perusahaan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.