Peluang Pindah ke Online, Pilih Beradaptasi atau Tertinggal

  • Bagikan
Gambar: https://tirto.id/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,– Saat ini kehidupan berlangsung serba digital. Hal tersebut membutuhkan adaptasi serta penguasaan keterampilan digital.

“Transformasi kita berinteraksi di dunia digital sangatlah cepat. Apalagi di masa pandemi kita pasti bakal ketinggalan jika tidak beradaptasi dengan teman-teman yang lebih cakap digital,” kata Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (23/11/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, di masa pandemi ini sebenarnya peluang bukan hilang. Akan tetapi bergeser dari yang sifatnya konvensional menjadi online. Setiap orang hanya perlu mengubah sudut pandangnya di era industri 4.0 dengan memiliki kompetensi digital.

Namun lebih lanjut dia mengungkapkan, saking cepatnya pertumbuhan aktivitas online di masa pandemi perilaku netizen Indonesia ikut mendapat sorotan.

Survei dari Microsoft mengungkap Digital Civility Index (DCI) netizen Indonesia sebagai paling tidak sopan di Asia Tenggara.

Sementara bila kembali ke masa lalu, para leluhur berjuang dengan tumpah darah dan Indonesia disegani karena memiliki adab budaya.

Perubahan tersebut tentu ada yang salah dengan manusianya, sebab teknologi justru membantu dan memudahkan tugas-tugas manusia.

Namun manusia lah yang tidak bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal, serta melihatnya sebagai sebuah peluang yang besar di masa depan.

“Penggunaan teknologi yang salah bisa menjadi bumerang karena di era serba internet ada jejak digital dari segala aktivitas online dan bila ditemukan jejak digital,” katanya lagi,

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Pringgo Aryo, Produser & Komposer Musik, Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychicososial Actvist IBU Foundation, Henry V Herlambang, CMO Kadobox, Fanny Fabriana, seorang Public Figure.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 112 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.