Pahami Aturan Penggunaan Facebook

  • Bagikan
Gambar: https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/

Eksekutif.comEtika digital juga sebenarnya bukan hanya yang diperhatikan oleh pengguna atau masyarakat digital. Namun platform media sosial pun turut andil untuk menjaga agar para penggunanya bisa hidup dengan aman nyaman tanpa adanya hal-hal negatif.

Misalnya, Facebook yang memiliki standar komunitas Facebook mereka dengan jelas memaparkan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Aditianata, dosen IT Universitas Esa Unggul mengatakan, Facebook memiliki aturan main, saat kita instal aplikasi kita sudah harus menyetujuinya.

“Facebook sangat memperhatikan soal tindak kekerasan dan kriminal. Sehingga konten yang mengandung kekerasan dan berpotensi kriminalitas seperti jual beli barang dengan izin khusus karena dikhawatirkan terjadi penipuan dan pengelabuan,” ungkap pria yang akrab disapa Adit itu saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021).

Menyangkut keamanan, eksploitasi seksual orang dewasa, pelecehan, bullying dan sejenisnya. Konten yang menyinggung juga tidak boleh seperti ujaran kebencian dan sebagainya. Integritas dan keaslian, pengguna Facebook tidak diperkenankan untuk menggunakan identitas orang lain. Untuk ini juga soal membuat berita hoaks, spam.

Sementara itu untuk pedoman komunitas YouTube terkait spam dan praktik penipuan. Akun tidak boleh palsu atau menirukan orang lain.

“Konten kekerasan meskipun verbal seperti cyberbullying, ujaran kebencian mengikuti organisasi kekerasan konten yang seperti itu akan di banned oleh YouTube. Begitu juga konten sensitif menyangkut keselamatan anak, bunuh diri atau menyakiti diri juga tidak akan muncul di YouTube,” jelasnya.

Indonesia sudah memiliki payung hukum yakni Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam distribusi konten, beberapa perilaku dilarang dan akan dijatuhi hukuman.

Sesuai pasal 27 kesusilaan, perjudian, penghinaan dan pemerasaan. Pasal 28 menyangkut berita bohong, menimbulkan rasa benci permusuhan SARA.

Selanjutnya, hal yang dilarang terkait gangguan terhadap data atau sistem atau dokumen elektronik. Seperti akses komputer atau sistem elektronik tanpa hak, penyadapan tanpa hak, gangguan pada data gangguan pada sistem elektronik, penyalahgunaan perangkat komputer, pemalsuan informasi dokumen elektronik. Semua itu diatur dalam pasal 30- 35 UU ITE.

Adit mengingatkan, agar warga digital menjadi agen perubahan untuk melaporkan akun yang melanggar aturan misalnya di Facebook, YouTube dan Instagram. Ada fitur untuk melaporkan akun yang bermasalah banyak aduan laporan biasanya platform akan menurunkan konten tersebut.

Kementerian komunikasi dan informatika juga dapat menjadi tempat pelaporan jika kita menemukan konten bermasalah seperti hoaks, pornografi, penipuan dan radikalisme. Yang harus dilakukan ialah menangkap layar dan sertakan link lalu kirim ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Internet dapat kita manfaatkan secara positif dengan menunjukkan hal baik dari diri kita. Salah satunya adalah etika dengan baik dalam menggunakan internet demi kebaikan bersama.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Vitalia Fina Carla (Universitas Bali Internasional), Anita Wahid (Siberkreasi), Ryzki Hawadi (Attention Indonesia) dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 248 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.