Orangtua Perlu Melek Digital untuk Melindungi Aktivitas Anak di Internet

  • Bagikan
Gambar: https://m.tribunnews.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia begitu signifikan setelah pandemi Covid-19. Di awal 2021 saja sudah ada 202,6 juta pengguna internet, dari sekitar 275 juta penduduk Indonesia. Hal ini menjadi kabar positif, bahwa semakin banyak orang Indonesia yang melek digital.

Internet pun menjadi keseharian setiap orang, digunakan untuk mendukung aktivitas dan memberikan kemudahan. Bukan hanya orang dewasa, sejak pandemi internet juga digunakan anak untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun penggunaan internet pada anak tentunya harus ada batasan dan bimbingan dari orangtua, karena ada banyak hal negatif mengenai internet di samping manfaatnya.

“Peran orangtua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet pada anak sangatlah penting,” kata Idayanti Sudiro, seorang Certified life and Wellness Coach saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, pada Senin (27/9/2021).

Dia mengungkapkan perlu adanya hubungan yang berkualitas dan penuh kasih sayang antara orangtua dan anak untuk membentengi anak dari paparan negatif internet. Hal tersebut bisa dibangun melalui komunikasi yang terbuka antara anak dan orangtua, serta membiarkan anak untuk bisa mengemukakan pendapatnya.

“Selain itu orangtua perlu melek digital, termasuk mengetahui cara mengatur parental control,” katanya lagi.

Orangtua pun harus menjadi role model atau contoh bagi anak dalam pemakaian internet yang sehat. Bila orangtua melarang anak memakai gawai di ruang tidur dan ruang keluarga, maka orangtua harus melakukan hal yang sama. Begitu pun menempatkan meja makan sebagai tempat orangtua bekerja sibuk dengan laptopnya, sementara anak dengan gawainya. Orangtua dan anak mesti memiliki kesepakatan tertentu agar penggunaan internet menjadi aman dan nyaman.

“Paling efektif untuk kemamanan internet anak adalah dengan menjadi contoh,” tuturnya.

Orangtua pun bisa menjadikan waktu komunikasi sebagai sarana edukasi, dengan cara menjadi teman yang asik bagi anak. Kemudian di sela-sela waktu bersama, sempatkan memberi pengetahuan mengenai bahaya predator anak di internet, ujaran kebencian, dan cyberbullying. Kemudian orangtua juga perlu menemani anak saat mengakses internet sambil memberikan edukasi situs mana yang berguna dan bermanfaat.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Sandy Natalia, Co-Founder of Beauty Cabin, Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia, dan Cyntia Jasmine, Founder GIFU.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 86 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.