Motif Hacker Tak Selalu Uang, Kenali Jenis-Jenis Kejahatan Siber di Internet

  • Bagikan
Gambar: https://www.pikiran-rakyat.com

JAKARTA,– Kejahatan dunia maya atau cyber crime merupakan istilah yang mengacu pada aktifitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam cyber crime di antaranya penipuan lelang secara daring, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit, penipuan identitas, pornografi anak dan jenis lainnya.

“Pelaku kejahatan cyber ini ada banyak sekali, ada hacker, teroris, ada yang paling canggih spionase. Targetnya bisa personal, perusahaan dan pemerintah,” kata Pegiat Pemeriksa Fakta, Depi Agung Setiawan, saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kota Depok, Rabu (14/6/2021).

Depi mengungkapkan beberapa contoh kasus kejahatan siber, di antaranya serangan malware di mana sistem komputer atau jaringan terinfeksi virus komputer atau jenis malware lainnya. Kalau sekarang kejahatan jenis ini dilakukan melalui email, pengaruhnya komputer jadi lambat.

Ada juga kejahatan cyber yang dinamakan phishing. Korban akan diarahkan ke sebuah website tampilannya mirip tapi bukan website resmi. Aktifitas di dalamnya membuat orang log in dipakai untuk masuk kata kunci penting seseorang.

“Hati-hati website yang mirip ini, karena terkadang akun e-commerce biasanya sumbernya di email pribadi,” ujar Depi lagi.

Serangan cyber lainnya adakah jenis serangan DoS terdistribusi. Merupakan jenis serangan kejahatan dunia maya yang digunakan penjahat dunia maya untuk menjatuhkan sistem atau jaringan. Terkadang perangkat loT (internet of Things) yang terhubung.

Mengenai motif kenapa kejahatan cyber terjadi, menurut Depi hal itu tidak melulu berhubungan dengan uang. Ada kasus orang mencoba kemampuan dan keterampilan diri, menguji kemampuan pihak lain yang mengelola dan mengamankan situs atau web.

Ada juga hanya alasan untuk bersenang-senang, ingin dianggap pahlawan menyerang website tertentu, atau mengenalkan kelompok hacker dan ingin diketahui kalau dia eksis. Namun motif umumnya memperoleh uang dengan cara tidak sah. Di samping itu semua ada juga motif balas dendam, motif politik, pelampiasan kekecewaan, hingga persaingan usaha.

Melindungi diri dari kejahatan di internet merupakan keharusan di era digital, jangan sampai kerugian data pribadi digunakan untuk hal yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya Anda perlu memperbarui perangkat dan sistem operasi.

Mengapa perangkat lunak dan sistem operasi Anda tetap mutakhir memastikan bahwa Anda mendapat manfaat dari patch keamanan terbaru untuk melindungi computer Anda. Apalagi pengguna Windows, itu wajib untuk tetap update karena serangan siber ini banyak terjadi di komputer yang sistem operasinya Windows.

Jangan lupa gunakan perangkat lunak anti-virus dan tetap perbarui. Menggunakan anti-virus atau solusi keamanan internet komprehensif adalah cara cerdas untuk melindungi sistem dari serangan.

Selain itu gunakan kata sandi yang kuat memanfaatkan 2 faktor autentifikasi, pastikan untuk menggunakan kata sandi yang kuat sehingga orang tidak akan menebaknya dan tidak merekamnya di mana pun atau gunakan pengelola kata sandi yang memiliki reputasi baik untuk memastikan sandi kuat.

Perhatikan agar tidak membuka lampiran di email spam, cara klasik komputer terinfeksi oleh serangan malware dan bentuk kejahatan dunia maya lainnya adalah melalui lampiran email di email spam. Jangan pernah membuka lampiran dari pengirim yang tidak Anda kenal.

Termasuk mengklik tautan di situs web yang tidak dipercaya. Cara lain orang menjadi korban kejahatan dunia maya adalah dengan mengklik tautan di email spam atau pesan lain atau situs web yang tidak dikenal. Hindari melakukan ini agar tetap aman saat online. Biasanya sudah ada peringatan bila koneksinya tidak dipercaya.

Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kota Depok merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Relawan TIK Indonesia Muhammad Arifin, Founder The Enterpreneur Society Klemes Rahardja, dan Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021 Ninik Rahayu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 135 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *