Menyebarkan Budaya Lewat Digitalisasi

  • Bagikan
Gambar: https://www.digitalbisa.id/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Kebudayaan merupakan keseluruhan aktivitas manusia termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan lain. Indonesia memiliki warisan budaya yang perlu dilestarikan supaya tidak punah. Tak hanya budaya, keindahan alam dan kuliner Indonesia yang beragam menjadi kelebihan yang tidak dimiliki bangsa lain.

Shandy Susanto, Dosen Podomoro University mengatakan, promosi budaya Indonesia dilakukan agar penerus bangsa dapat berbagi cerita tentang keunikan yang hanya ada di daerah tempat tinggal, tradisi-tradisi yang hanya dilakukan pada hari tertentu.

“Setiap orang bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan budaya Indonesia. Supaya teman-teman yang berbeda pulau bahkan berbeda negara dapat mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki setiap daerah di Indonesia,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, pada Kamis, (14/10/2021).

Ada begitu banyak warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO seperti pencak silat, perahu pinisi, tari Bali, angklung, noken, tari saman, wayang kulit, batik, keris, gamelan, lumpia, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan. Ruang lingkup budaya pun sebenarnya begitu luas. Akan tetapi salah satu aspek yang berkaitan erat dengan kebudayaan adalah kearifan lokal.

Kearifan lokal juga disebut sebagai local genius yang berarti sejumlah ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat sebagai sebuah akibat dari pengalaman di masa lalu. Sementara menurut penulis Yunus Abidin, kearifan lokal dipahami sebagai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Budaya tersebut ditempatkan pada suatu lokasi tertentu.

“Kearifan lokal bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan dan menciptakan kedamaian pada suatu masyarakat yang meliputi beragam hal. Misalnya sistem nilai, kepercayaan, agama, ideologi, maupun etos kerja,” tuturnya lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Karna Sobahi, Bupati Majalengka, Lilis Yuliasih, Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Asep H Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS, Tabitha Purba, seorang Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 120 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.