Menjadi Terampil secara Digital

  • Bagikan
Gambar: https://cianjur.jabarekspres.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTADigitalisasi membantu dan memberikan efek yang luar biasa pada kehidupan manusia. Saat ini kita ikut dipaksa untuk mampu beradaptasi dengan dunia digital menggunakan keterampilan digital.

Keterampilan digital atau biasa dikenal dengan digital skills ialah suatu kemampuan seseorang dalam memahami, mengoperasikan, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi untuk mengakses dan mengelola informasi.

Keterampilan digital ini harus dimiliki, setidaknya dasar-dasar keterampilan digital agar bisa mengikuti perkembangan terkait dunia digital.

“Kalau kita tidak mempunyai skill digital yang baik, keterampilan digital yang mumpuni,” ungkap Luthfan Atiqi, Kepala Jurusan & Trainer SMK MItra Maritim Indramayu dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021) pagi.

“Kita tidak akan bisa mampu melakukan kegiatan-kegiatan yang memakai internet. Pada saat ini keadaan mendesak kita untuk mengikuti perubahan zaman,”papar Luthfan Atiqi.

Banyaknya pengguna internet di Indonesia turut meningkatkan potensi ekonomi digital dalam negeri. Ia menjelaskan, ekonomi digital Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk dimanfaatkan.

Mulai dari aplikasi fintech, e-commerce, on demand services, dan internet of things (IOT).

Ekonomi digital ini sangat berpengaruh penting untuk menunjang perekonomian negeri. Menurutnya, akan rugi apabila kita sebagai pengguna internet tidak mampu untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Beberapa keterampilan digital bisa dipelajari dan diasah untuk menunjang kehidupan kita di internet.

Pertama, analisis data merupakan pekerjaan untuk menganalisis data memanfaatkan aplikasi. Kemampuan ini sangat diperlukan karena kita berada di era di mana industri dan perusahaan bermain dalam big data.

Kedua, programmer web yaitu pembuat situs web.

Ketiga, design UI/UX yang membuat tampilan dari suatu aplikasi atau situs agar lebih nyaman untuk dilihat dan digunakan user. Keempat, digital marketing yakni pemasaran yang memanfaatkan platform digital.

“Minimal kita memiliki satu skill digital. Sehingga bisa mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada, mengikuti pelatihan-pelatihan atau membaca e-book untuk memperdalam skill digital,” ujarnya.

Pandemi telah mengubah cara kita belajar, belajar, berinteraksi, dan bertransaksi di segala bidang. Untuk itu kita dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat. Tujuannya agar tidak tertinggal dalam segala hal.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Littani Wattimena (Brand & Communication Strategist), Aaron Daniel O’Brien (Education Influencer & Teacher), Meylani Pratiwi (RTIK Jabar), dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 168 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.