Memilah Konten Positif di Media Sosial

  • Bagikan
Gambar: https://idcloudhost.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan dan kini sudah mencapai 202,6 juta dengan 170 juta pengguna aktif di media sosial.

Internet bisa membuat konsumtif, tapi ternyata bisa menjadi sarana produktif selama bisa memanfaatkannya dengan tepat, apalagi jika melihat fakta pontensi pengguna tersebut.

Sugiarti, Instruktur Edukasi4ID mengatakan media sosial bisa membuat seseoramg berpotensi jadi konsumtif, namun juga dapat mengarah menjadi inovatif dan produktif.

Mengenai konsumtif, diartikan sebagai memenuhi keinginan, status dan gaya hidup. Sehingga mudah tergoda membeli produk dan barang yang belum tentu bermanfaat.

“Pengguna media sosial juga dapat terpengaruh dengan informasi yang tidak bermanfaat, dan menjadi konsumtif saja jika hanya digunakan untuk mencari hiburan dan kesenangan,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Jumat (22/10/2021).

Sementara itu, media sosial sebenarnya bisa membawa seseorang menjadi kreatif dan inovatif.

Sebagai pemenuhan kebutuhan, berbagi informasi dan relasi, mendapatkan pengetahuan dan wawasan, mendapatkan referensi tempat belanja yang sesuai kebutuhan, dan tempat menyalurkan hobi.

Bahkan media sosial bisa memberikan manfaat ekonomi dengan menghasilkan uang,

Supaya tidak kecanduan media sosial, dia mengatakan agar mengatur waktu penggunaan dan memilih informasi yang bermanfaat.

Meski terdapat sisi kreatif dan produktif, produksi konten di media sosial merupakan salah satu hasilnya yang bisa disesuaikan dengan pemahaman pembuat konten.

Tentunya isinya harus positif serta informatif, dengan sifat menghibur dan memberi rasa senang dan  mendidik lewat konten yang memberikan contoh perilaku positif.

“Sisi bermanfaat dari sebuah konten juga diperlukan dengan memberikan nilai tambah dibanding konten lainnya,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Riono Basuki, Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 1 Parung, Puguh Rismadi, Instruktur Edukasi4ID, dan Vivian Wijaya, Enterpreneur & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 203 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.