Memanfaatkan Media Sosial untuk Membangun Relasi dan Peluang

  • Bagikan
Gambar: https://www.beritasatu.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA, Pengguna aktif media sosial di Indonesia saat ini mencapai 170 juta dari 202,6 juta orang yang memakai internet.

Media sosial sendiri merupakan sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, jejaring sosial, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Dengan perkembangan zaman kehadiran media sosial pun semakin beragam. Sebagian orang menganggap bahwa perubahan ini memberikan dampak, sekilas media sosial hadir untuk memberikan kemudahan mendapatkan informasi.

Namun sebenarnya ada dampak negatifnya, setiap orang penting untuk mengetahuinya sehingga setiap orang bisa memanfaatkan media sosial secara positif.

“Media sosial digunakan untuk berkomunikasi, melakukan pencarian informasi, personal branding, sebagai sarana berbisnis dan pembelajaran,” ujar Aloysius Wemby, Risk Management Consultant PT Prudential Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis (21/10/2021).

Perlu diketahui bahwa media sosial ternyata membuat kecanduan, bahkan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang kecanduan.

Bayangkan saja sejak bangun tidur, saat makan, menjaga anak, belajar, bekerja, hampir tak bisa lepas dari membuka gawai.

Kebiasaan tersebut bisa menjadi kegiatan yang menghabiskan waktu namun tidak produktif jika apa yang dilakukan di media sosial ternyata bukanlah hal produktif.

Lebih jauh dia pun memberikan tips agar setiap orang bisa memanfaatkan media sosial secara lebih produktif dan kreatif.

Terutama untuk membangun relasi dan membuka peluang, dengan cara mengikuti atau follow orang-orang yang memberi inspirasi secara positif, sehingga bisa memicu sikap produktif dan kreatif.

Media sosial juga sangat efektif untuk membangun jaringan dan komunitas yang baik. Namun tentunya saring dulu akun yang patut dijadikan sarana berkomunitas, hal tersebut bisa dilihat dari unggahan yang sering dibagikannya.

Dengan begitu akan makin banyak mengenal orang dan terhubung relasi baik. Setelah membangun relasi setiap orang juga bisa belajar dari orang yang sudah berhasil, misalnya YouTuber. Influencer maupun Content Creator yang sekarang sudah sukses.

“Mulanya mungkin kita belajar karena belum paham betul, namun seiring berjalannya waktu pasti akan bisa mengeluarkan potensi dan berpikir out of the box sehingga mampu menciptakan konten sendiri yang orang lain belum membuatnya,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychososial Actvist IBU Foundation, Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia, Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma dan Vivian Wijaya, Enterpreneur & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 184 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.