Memanfaatkan Kecakapan Digital di Masa Pandemi dengan Aman dan Beretika

  • Bagikan
Gambar: https://www.kadrun.id/

JAKARTA,Dari 272,3 juta penduduk Indonesia, sebanyak 175 juta sudah menggunakan internet. Dari jumlah tersebut 160 juta di antaranya aktif di media sosial, sehingga secara sadar maupun tidak masyarakat sebenarnya sudah menggunakan media digital.

“Penting bagi kita memasuki dunia baru ini beradaptasi dan mempunyai kemampuan untuk menggunakan internet,” Kata Rizal Tanzil, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia Nasional, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, pada Senin (23/8/2021).

Dia pun memberikan tips mencari informasi melalui internet dengan menggunakan beragam jenis mesin pencari. Salah satunya yang lazim digunakan orang seperti Google, yakni mengetik kata kunci yang tepat untuk pencarian.

Saat ini Google pun sudah bisa digunakan dengan fitur voice atau suara dan memiliki fitur pembatasan informasi bila yang dicari adalah semua kategori, hanya berupa gambar, atau terkait artikel berita saja.

Google juga memiliki filter pembatasan waktu informasi dan para pelajar bisa memanfaatkan juga Google Cendikia untuk tujuan akademik.

“Orangtua juga bisa mengaktifkan mode pencarian aman untuk anak-anak dan fitur untuk difabel,” ujarnya lagi.

Selain mengetahui cara menggunakan internet untuk mencari informasi, ketahui juga perbedaan informasi yang asli dengan informasi palsu atau hoaks.

Jangan sampai apa yang terdapat di internet justru memberi dampak negatif seperti terpapar isu radikalisme dan termakan isu dari usaha sekelompok orang yang menyebarkan ujaran kebencian.

Lebih jauh Rizal mengingatkan agar tetap berpedoman pada etika dan sopan santun saat berinteraksi di dunia digital. Sebab dunja digital sebenarnya tak ubahnya dengan dunia nyata karena sama-sama berhubungan dengan manusia lain meskipun tidak bertatap muka.

Dia mengatakan keberadaan teknologi digital harus mesti disyukuri sebagai anugerah, karena itu sudah sewajarnya digunakan untuk mengangkat derajat kemanusiaan, bukan sebaliknya malah merusak.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Mohamad A, Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Ciamis, Saripudin, Kepala MAN 3 Ciamis Cijantung, dan Eddy Pranoto, Digital Business Project Manager OCBC NISP.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 299 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.