Melihat Keberadaan Peluang di Masa Pandemi

  • Bagikan
Gambar: https://dpmptsp.bantenprov.go.id/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Sejak datangnya pandemi Covid-19, setiap orang seolah dipaksa untuk beradaptasi dengan begitu banyak perubahan.

Kondisi pandemi mengakibatkan banyak orang akhirnya kehilangan pekerjaan, harus bekerja dan sekolah di rumah, perubahan tersebutmembuat setiap orang harus keluar dari zona nyaman.

Klemes Rahardja Founder The Enterpreneur Society mengatakan dua sudut pandang yang bisa diambil oleh setiap orang setelah pandemi melanda Indonesia dan dunia.

Dari sudut negatif corona merupakan sebuah kehilangan, ketakutan dan penurunan.

“Keluar dari zona nyaman, membuat orang jadi ketakutan, depresi, hilang arah dan hal inilah yang terjadi di dunia saat ini,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Jum’at (8/10/2021).

Namun bila melihat sisi positifnya, terdapat solusi yang hanya bisa dilihat jika seseorang mengubah sudut pandangnya bahwa corona menjadi sebuah momen perubahan.

Dunia tanpa batas, peluang baru yang justru memberikan daya saing atau mungkin sebuah kesempatan untuk beristirahat.

Pandemi corona telah mengubah 3 hal yaitu cara bekerja atau belajar, cara berinteraksi, dan cara bertransaksi.

Sehingga semua industri yang mengarah pada ketiga hal tersebut diperkirakan akan berkembang.

Di sinilah saatnya setiap orang dipaksa untuk beradaptasi dan siapa yang tidak mau berubah akan tertinggal, sebab corona menjadikan semuanya berubah ke arah percepatan.

“Kalau kita tidak mau berubah, maka kita akan tertinggal. Percepatan yang terjadi saat ini mau tidak mau harus diterima masyarakat,” katanya lagi.

Bila dunia disebutkan mengakami krisis selama corona, sebetulnya dari 2020-2021 penjualan e-commerce di seluruh dunia justru mengalami peningkatan yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya.

Peluang bahkan dikatakan tidak hilang, tapi bergeser ke online sehingga tentunya dalam hal promosi produk para pemilik bisnis perlu beradaptasi menggunakan sarana media sosial.

Terlebih sejak pandemi peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia sekarang menjadi 202,6 juta. Di antaranya sebanyak 170 juta aktif di media sosial.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor dan Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 145 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.