Masyarakat Harus Adaptif, Transformasi Digital Membawa Perubahan Interaksi Sosial

  • Bagikan
Gambar: https://www.liputan6.com/

JAKARTA,Data We Are Social tahun 2021 menyebutkan, sebanyak 174,5 juta penduduk Indonesia telah melek internet.

Dari jumlah tersebut di antaranya terdapat 160 juta menggunakan media sosial. Berbeda dengan zaman analog, kini dengan adanya teknologi internet semua menjadi lebih mudah dan cepat.

Dee Rahma, seorang Digital Marketing Specialist mengungkapkan telah terjadi perubahan interaksi sosial yang nyata, apalagi saat pandemi hampir semuanya kini terjadi melalui ruang virtual.

Dari zaman internet ini masyarakat juga menemukan ada banyak platform yang muncul untuk edukasi, entertaint seperti musik, film diakses dengan mudah dari perangkat teknologi yang ada dan sambungan internet.

“Pandemi dan keberadaan teknologi ini merupakan salah satu transformasi digital Indonesia yang mengalami percepatan akselerasi selama pandemi, sehingga merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial,” kata Dee saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kota Bekasi, pada Selasa (3/8/2021).

Fenomena revolusi yang massif ini telah membawa masyarakat pada perubahan interaksi di era digital di mana hampir semua aspek harus menggunakan internet.

Bahkan dari transaksi digital, ketika di rumah harus belanja online, pakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine, bahkan dunia pendidikan untuk belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus.

Bekerja pun saat ini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor. Dengan begitu wifi pun sudah menjadi kebutuhan pokok.

“Segala perubahan yang terjadi ini, memerlukan adanya perubahan mindset untuk menyambut sekaligus adaptif terhadap budaya digital,” tuturnya lagi.

Informasi yang semakin terbuka membuat setiap orang harus menyaring segala sesuatunya sebelum menyebarkan.

Rajin adaptasi menambah skill baru sesuai kebutuhan industri era digital dan berfikir lebih kritis terhadap apa yang bisa dilakukan agar lebih produktif dengan adanya budaya digital baru tersebut.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 212 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.