Kiat Mengembangkan Konten Sosial Media untuk Bisnis

  • Bagikan
Gambar: https://www.hipwee.com

JAKARTA,- Revolusi social media di awali tahun 1980-an, saat penggunaan komputer pribadi dan internet semakin berkembang. Bill Gates, Pendiri Microsoft ketika itu ingin setiap orang memiliki PC di rumahnya. Mulanya internet ini hanya dipakai militer US saja, tapi kini sudah digunakan publik untuk semua orang.

“Perkembangan sosial media berlanjut saat Facebook pertama kali hadir di tahun 2004. Lalu muncul iPhone era dengan kemudahan sharing foto dan video. Saat ini jutaan konten telah tersebar di seluruh dunia,” kata De Rahma, Digital Marketing Strategic & Content Creator saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I Kabupaten Bogor, Selasa (16/6/2021).

Lebih jauh dia mengungkapkan, belakangan ternyata sekarang ini banyak sekali brand yang menginvestasikan dana untuk mengembangkan platform social media mereka. Bahkan ada online shop yang sukses mengembangkan konten di IG, ketika membuat product launcing dalam satu dua menit langsung semua terjual.

“Nah itulah kalau kita bisa memanfaatkan konten di social media semaksimal mungkin sehingga akhirnya menambah nilai ekonomi ke bisnis kita maupun ke personal branding kita,” ujar Dee.

Ketika dunia mengalami kondisi pandemi dan sempat lock down, sebagian besar orang akhirnya terpaksa melakukan aktifitas di rumah. Bahkan Ibu Rumah Tangga (IRT) akhirnya belajar membangun online shop. Di sinilah, ternyata ada peluang dari pandemi di mana pengguna internet semakin melonjak.

Selanjutnya belajar membuat konten yang menarik dan punya nilai positif. Dee menjabarkan beberapa kategori konten menarik seperti mendidik atau edukatif, bisa berupa tutorial dan tips trik misalnya membuat video traveling di masa pandemi.

Selanjutnya adalah kategori menghibur bisa berupa komedi dan humor, maupun berita hiburan. Pilihan lainnya adalah konten yang bersifat persuasif dan storytelling, dari semua pilihan tersebut pastikan untuk tidak menyebar hoax.

Lebih spesifik, Dee ikut memberi tips khusus untuk para content creator memperhatikan tren atau viral content misalnya membuat berupa mikro blog yang tidak terlalu banyak foto tapi menempatkan banyak tulisan di Instagram. Ada juga untuk jenis video singkat di TikTok misalnya pakai lagu yang lagi populer.

“Usai memposting sesuatu kita bisa tahu mana yang disukai audience dari situ kita kembangin konten kita lagi,” ujar Dee lagi.

Kiat lainnya, seorang content creator juga harus memahami preferensi audience dan membuat karya yang orisinil. Perhatikan juga resolusi gambar agar hasil jernih agar orang lebih tertarik. Buat judul headline menarik agar memantik rasa penasaran. Selain itu bangun interaksi dengan pemirsa social media.

Webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Bogor kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah dan Psikolog Klinis, Oriza Sativa, serta Arya Perdana, Digital Lead Eden Creative Network.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 

 

 228 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *