Ketahui Ciri-Ciri Hoaks untuk Saring Berita Palsu

  • Bagikan
Gambar: https://www.merdeka.com

JAKARTA,– Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi menyelenggarakan webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kota Bekasi pada Rabu (16/6/2021).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat agar menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat peluncuran Gerakan Nasional Literasi Digital mengungkapkan saat ini kejahatan di ruang digital semakin mengkhawatirkan. Selain itu ada bentuk kekerasan hingga ujaran kebencian dan radikalisme berbasis digital yang harus diwaspadai.

Apalagi Indonesia diketahui masuk sebagai sebagai 20 pengguna internet terbanyak di dunia, mengalahkan Brazil dan Jepang. Dari fakta ini Indonesia dianggap melek digital, namun jumlah pengguna internetnya berbanding terbalik dengan tingkat literasi yang justru masih rendah.

“Teknologi dan internet ini menjadi alat yang penting untuk membuat kemudahan akses, sayangnya kemampuan penggunanya untuk menyaring informasi dengan baik dan benar,” kata Syarief Ramaputra, Fact Checker dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Terkait dengan hoax, masyarakat perlu mengenali ciri-cirinya agar jangan sampai tanpa sengaja menyebarkannya. Di antaranya hoax muncul dengan judul yang bombastis, alamat website tidak jelas, tidak mencantumkan nama penulis dan alamat redaksi, narasinya provokatif, memanipulasi foto dan keterangan gambar, serta meminta di-share atau diviralkan.

“Ada juga konsepnya yang berupa link, modusnya seperti itu hati-hati bisa jadi link yang dibagikan itu berusaha untuk mencuri data-data kita lewat link tersebut,” tutur Syarief.

Dampak hoax sendiri akan sangat merugikan. Bisa menimbulkan perpecahan, memicu ketakutan, menurunkan reputasi, membingungkan, membuat fakta jadi sulit dipercaya, hingga bisa menimbulkan korban jiwa.

Oleh karena bahayanya hoax, untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan positif masyarakat sangat perlu untuk sering saring berita palsu dengan mengecek ulang sumbernya dan bila tidak yakin kebenarannya berhenti dengan tidak menyebarkannya.

Webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kota Bekasi kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Creative Concept dari Planet Design Indonesia Oleg Sanchabakhtiar, Penulis dan Aktivis Literasi Feby Indirani, dan Assistant Editor Kompas.com Dirzie A Idris.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 126 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *