Kemampuan Adaptasi dengan Digital Skills Solusi untuk Dunia Bisnis

  • Bagikan
Gambar: https://cakrawala.co/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTADi era serba internet, digital skills akhirnya menjadi kemampuan yang harus dimiliki setiap orang selama pandemi. Terlebih dengan pengguna internet yang kini telah mencapai 202,6 juta di Indonesia dan 170 juta di antaranya aktif di media sosial.

Dapat dibayangkan bila pemilik bisnis tidak mampu beradaptasi dengan digitalisasi, kemungkinan bisnis maupun individunya tidak bisa bertahan.

Adapun digital skills yang harus dikembangkan antara lain komunikasi media sosial, mengoptimalkan perangkat digital, analisa data, digital marketing, dan membuat visualisasi konten menjadi lebih menarik.

“Jika menolak untuk beradaptasi, maka akan muncul banyak kerugian karena kompetitor yang menyesuaikan dengan keadaan akan lebih maju,” ujar Sandy Natalia, Co-Founder of Beauty Cabin saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I,  pada Rabu (22/9/2021).

Menolak beradaptasi berarti juga menyusahkan diri sendiri karena banyak permasalahan di pelanggan yang tidak bisa diselesaikan.

Seperti saat pandemi, tentu kini ada pembatasan, sehingga jika tidak mengadaptasi sistem online akan kesulitan. Sementara teknologi memang hadir untuk memudahkan manusia dalam segala aktivitasnya.

Hal tersebut pun yang membuat usaha Sandy di bidang kecantikan bisa tetap berjalan.

Dengan kondisi pandemi, bisnisnya bahkan tetap bisa berkembang karena dia memanfaatkan digital skills dengan menawarkan solusi untuk pelanggan yang ingin tetap melakukan perawatan.

Sistem yang dia jalankan pun kemudian mengikuti perkembangan yaitu online yang otomatis.

“Jadi kita menawarkan jasa home service, di mana terspis kita yang datang,” ujar Sandy .

Tapi terapis kita boosted dengan vitamin dan rutin melakukan swab seminggu sekali sehingga bisa kita jamin dan aman banget kita masuk rumah customer.

“Bahkan lebih aman daripada customer ke luar rumah,” kata Sandy yang merupakan pemilik bisnis di bidang kecantikan.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Cyntia Jasmine, Founder GIFU, Maria Natasya, seorang Graphic Designer, dan Eddy Pranoto, Digital Business Project Manager OCBC NISP.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 243 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.