EKSEKUTIF.com – Japan External Trade Organization (JETRO) atau Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang hadir di ajang pameran Manufacturing Indonesia 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3-6 Desember 2025.
Dalam kesempatan ini, JETRO menghadirkan 17 perusahaan yang berpartisipasi dari berbagai bidang, termasuk 15 di antaranya memiliki basis di Indonesia.
Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB menjadi 28% di 100 tahun kemerdekaannya.
Pada tahun 2022, angka tersebut berada di 18,3%. Indonesia berencana mengembangkan sektor manufakturnya dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas, sambil memberlakukan pembatasan impor untuk meningkatkan proporsi bahan baku yang dipasok secara lokal.
“Hal ini diperkirakan memerlukan investasi modal, seperti memperkenalkan teknologi canggih (dari Jepang) yang diproduksi di Indonesia, impor mesin manufaktur dari Jepang,” ujar Direktur Utama JETRO Jakarta, Hirai Shinji dalam jumpa pers “Japan Pavilion” di ajang Pameran ‘Manufacturing Indonesia 2025’ pada Rabo (03/12/2025) di JIExpo Kemayoran-Jakarta Utara.
Manufacturing Indonesia adalah salah satu pameran terbesar di ASEAN yang didedikasikan untuk industri manufaktur.
Menurut Hirai Shinji, pihaknya tertarik di ajang pameran ini, karena Indonesia termasuk salah satu potensi pasar yang menjanjikanm bagi industri manufaktur Jepang.
“Dalam kesempatan ini, JETRO menyediakan Japan Pavilion dengan tujuan untuk memperluas jaringan penjualan bagi perusahaan Jepang yang sudah beroperasi di Indonesia, dan juga untuk mempromosikan ekspor dari Jepang, termasuk ke Indonesia yang selama ini termasuk menjadi pasar potensial bagi produk Jepang” ujarnya.
Dalam pameran ini, Japan Pavilion yang menghadirkan 17 perusahaan, 15 di antaranya adalah perusahaan Jepang yang memiliki basis di Indonesia, sementara 2 perusahaan lainnya tidak memiliki basis di Indonesia.
JETRO dalam aktivitasnya juga bertujuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan tingkat pengadaan local, baik bagi produsen Jepang maupun non-Jepang di Indonesia.
JETRO juga berupaya meningkatkan kualitas produk di sektor manufaktur Indonesia dengan memperkenalkan teknologi canggih dari Jepang. Diakui Hirai, keunggulan produk Jepang bukan hanya pada kualitasnya, tetapi juga menyediakan layanan pemeliharaan pasca penjualan.
“Pelayanan pemeliharaan Inilah yang menjadi keunggulan perusahaan Jepang. Satu perusahaan dapat menangani mulai dari desain dan konstruksi hingga pemeliharaan, bahkan konsultasi mengenai bahan produk,” paparnya,’
Jepang juga memiliki perusahaan solusi yang lengkap dapat menangani mulai dari desain dan konstruksi hingga pemeliharaan, bahkan konsultasi mengenai inovasi penggunaan produk mesin dan infrastuktur pendukung untuk kesiapan era industry 4.0.
Misalnya, di antara perusahaan yang berpartisipasi di Japan Pavilion, teradapat PT. AQ Business Solution Indonesia yang menyediakan solusi untuk industri manufaktur dengan memanfaatkan teknologi AI dan IoT untuk manufaktur modern.
“Mereka menghadirkan solusi untuk, mengatasi masalah yang dihadapi di lokasi produksi, pengurangan biaya produksi, efektivitas produksi, meningkatkan kualitas, dan lainya,” ujar Hirai Shinji.
Mereka juga menawarkan teknologi yang berkontribusi pada upaya perlindungan lingkungan, penghematan energi, dan netralitas karbon—bidang di mana Jepang unggul.
Selain itu, PT Daiki Axis Indonesia mengadakan sesi konsultasi gratis mengenai standar baru tahun 2025 untuk pengolahan dan pembuangan limbah air.
Mereka menawarkan layanan satu atap yang mencakup manufaktur lokal, penjualan, dan pemeliharaan; mendukung produsen dalam upaya kepatuhan lingkungan mereka.
Struktur Japan Pavilion Hall D2 Booth Number 9102-9123
Sejak tahun 2024, Japan Pavilion diadakan dengan desain booth yang juga mencakup Tokyo Metropolitan Small and Medium Enterprise Support Center(Tokyo-SME Hall D2 9117A-9117P) dan Osaka Business Development Agency(OBDA Hall D1 8617).
Pendekatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Japan Pavilion tidak hanya mewadahi JETRO, tetapi juga mencerminkan Jepang secara keseluruhan.
Dikatakan, pihaknya sering mendapat konsultasi dari perusahaan Jepang mengenai potensi kolaborasi/dukungan dari JETRO untuk memperkuat kehadiran Jepang.
Sejak itu, ia menawarkan Perusahaan Jepang untuk menggunakan logo JETRO-JAPAN di booth masing-masing.
“Untuk menyebarluaskan inisiatif ini, kami menghubungi perusahaan Jepang yang berpartisipasi secara individual, dan mendapat persetujuan dari PT. YAMAZEN INDONESIA(Hall A1, 120, 1502), PT. Asahi Diamond Indonesia(Hall D2, 910), dan PT. SATO LABEL INDONESIA(Hall B1, 4102). :Kami berencana untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang berpartisipasi pada tahun depan,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat kehadiran Jepang, mendukung perusahaan Jepang yang memperluas bisnisnya ke Indonesia, dan dengan demikian dapat berkontribusi pada kemajuan sektor manufaktur Indonesia.
Produk yang ditampilkan di pameran ini, Machine Tools, Metalworking & Accessories 36,83%, Factory Automatoin 18,55%, Power & Transmission 15,38%, Industrial Hardware & Supplies 13,88%, Material Handling Equipment & Logistic 8,62%, Factory & Asset Management 5,94%, Presicion Metrology 0,70%.
(ACH)






